Ridwan Kamil Kirim 1.500 Hafiz Qur'an ke Seluruh Desa di Jabar

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 Desember 2019 15:01
Ridwan Kamil Kirim 1.500 Hafiz Qur'an ke Seluruh Desa di Jabar
Ridwan menginginkan minimal satu desa akan memiliki satu hafiz atau hafizah.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengirimkan 1.500 hafiz dan hafizah Al-Quran ke desa-desa di seluruh Jabar. Ribuan penghafal Quran itu merupakan bagian dari program Ridwan untuk melahirkan para hafiz Alquran dari desa.

Para hafiz dan hafizah yang berpartisipasi dalam program Satu Desa Satu Hafiz (Sadesha) bertugas membimbing masyarakat desa menghafal Al-Qur'an. Ridwan menargetkan ada minimal satu hafiz atau hafizah dari 5.312 desa pada 2023.

" Melalui program Sadesha ini, tahun 2023 nanti tidak boleh ada desa di Jabar yang tidak punya penghafal Al-Qur'an," ujar Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.

Tugas para hafiz dan hafizah ini tidak hanya membimbing hafalan Alquran. Mereka mengemban amanah untuk memberikan pemahaman mengenai kandungan Al-Qur'an dan pemahaman agama secara komprehensif serta menangkal radikalisme.

1 dari 5 halaman

Program Pertama di Indonesia

Ridwan mengklaim Sadesha adalah program yang pertama kali ada di Indonesia. Program ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ridwan Kamil Lepas Hafiz© Liputan6.com

" Sesuai dengan misi kami, Jabar Juara Lahir dan Batin, tak hanya pembangunan fisik yang kita kejar tapi masyarakat Jabar juga harus religius," kata dia.

Sadesha merupakan satu dari tujuh program keumatan yang dicanangkan Pemprov Jabar. Program lainnya terdiri dari Maghrib Mengaji, Subuh Berjemaah Keliling, Zakat Digital, One Pesantren One Product (OPOP), English for Ulama, Dakwah Digital, dan Peraturan Daerah Pesantren.

Sumber: Liputan6.com/Arie Nugraha.

2 dari 5 halaman

Allahu Akbar, Puluhan Penghuni Lapas Berikrar Jadi Hafiz

Dream - Masjid At Taubah Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Palembang ramai oleh jemaah pada Jumat pekan lalu, 15 November 2019. Suasana yang tidak biasa tengah terjadi di Rutan tersebut. 

Para jemaah yang merupakan penghuni rutan tengah mengazamkan diri menjadi hafiz Alquran. Mereka akan menjalani proses menghafal Alquran di rumah tahfiz yang baru saja didirikan pengelola Rutan Kelas 1 Palembang dengan PPPA Daarul Quran.

Peresmian rumah tahfiz tersebut diisi dengan Tabligh Akbar dengan penceramah Ustaz Arrazy Hasyim. Acara tersebut juga dihadiri para pengelola rutan serta tokoh masyarakat setempat.

" Mereka, tahanan ini sebelumnya diajarkan ibadah, akhlak, dan akan dikuatkan keagamaannya lewat menghafal Alquran," ujar Kepala Rutan Kelas 1 Palembang, Mardan, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Santri Rumah Tahfiz© Daarul Quran

Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Palembang, Dwi Frihanto, mengatakan lembaganya mendukung penuh pendirian Rumah Tahfiz Rutan Kelas 1 Palembang.

" Kami menghadirkan guru tahfiz serta kurikulum untuk pelaksanaan kegiatan," kata Dwi.

Menurut Dwi, angkatan pertama Rumah Tahfiz At Taubah berjumlah 30 orang. Mereka sebelumnya adalah santri TPA At Taubah.

Para santri akan menjalani penilaian bacaan Alquran dan kemampuan menghafal. Setelah itu, mereka direkomendasikan menghafal Alquran dan menjadi santri Rumah Tahfiz.

" Baik Daarul Quran maupun pihak rutan berharap, paska keluar dari tahanan nanti, para tahanan akan menjadi cikal bakal hafiz Quran," kata Dwi.

3 dari 5 halaman

Rian D'Masiv dan Daarul Quran Gagas Gerakan 'Jangan Menyerah'

Dream - Tidak semua masyarakat Indonesia hidup dalam ketercukupan. Ada sebagian dari mereka yang harus berjuang keras demi bisa bertahan hidup.

Fakta ini menghadirkan inspirasi bagi musisi Rian Ekky Pradipta. Vokalis grup musik D'Masiv ini menggagas gerakan filantropi dengan tajuk 'Jangan Menyerah' untuk menebarkan semangat berbagi kepada sesama.

" Jangan Menyerah buat saya sebenarnya adalah pengingat bagi diri sendiri," ujar Rian melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Tajuk gerakan filantropi yang digagas Rian diambil dari salah satu lagu ciptaannya dengan judul sama. Rian mengaku lagu tersebut merupakan penyemangat ketika sedang jatuh dan mengalami banyak masalah.

Jangan Menyerah© istimewa

" Alhamdulillah apa yang saya pikirkan sejak lama, pingin punya gerakan, pingin punya wadah yang bisa bermanfaat untuk orang lain, untuk lingkungan, dan untuk alam semesta," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Fokus di Kesehatan dan Kemanusiaan

Salah satu aksi dari gerakan ini difokuskan pada bidang kesehatan, terutama untuk mendampingi mereka yang mengidap kanker.

Fokus lainnya pada bidang kemanusiaan, gerakan Jangan Menyerah hadir kepada mereka yang kurang beruntung khususnya di kalangan musisi, olahragawan, serta mereka yang berjasa untuk negeri.

" Intinya kita membantu orang-orang yang berkontribusi besar untuk Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti akan lebih luas lagi. Di kemudian hari mungkin bisa ikut membantu korban bencana alam," kata dia.

Rian menggandeng PPPA Daarul Quran untuk untuk mewujudkan gerakan ini. Pilihan dijatuhkan Rian kepada Daarul Quran karena lembaga ini dinilai memiliki visi yang sama.

" Saya merasa nyaman dan aman bisa satu keluarga dengan Daarul Quran, karena mereka sudah punya sistem yang kuat. Sudah punya izin juga dari Kementerian Agama dan Departemen Sosial untuk bisa melakukan kegiatan penghimpunan donasi," ucap dia.

 

5 dari 5 halaman

Jadi Amal Jariyah

Founder Gerakan Jangan Menyerah, Tarmizi As Shiddiq, mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan ini. Gerakan ini, menurut dia, bisa menjadi jalan untuk menebarkan virus-virus kebaikan.

" Kalau ini menjadi amal jariyah, maka ini baik buat kita, baik buat budaya kita, dan ini akan menjadi amal saleh bagi kita semua," tutur dia.

Jangan Menyerah© istimewa

Gerakan ini disebarkan lewat laman janganmenyerah.id. Dia berharap platform tersebut dapat menghadirkan keberkahan bagi semua pihak.

" Semoga menjadi amal soleh kita semua hingga yaumil kiamah. Semakin banyak yang kita bantu dan yang membantu mudah-mudahan JanganMenyerah.id menjadi inspirasi untuk kita semua," ucap dia.

Beri Komentar