Perusahaan Suami Dituduh Bakar Lahan di RI, Menteri Malaysia Didesak Mundur

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 September 2019 06:12
Perusahaan Suami Dituduh Bakar Lahan di RI, Menteri Malaysia Didesak Mundur
Yeo Bee Yin dituding pihak oposisi terlibat kebakaran hutan di Indonesia.

Dream - Bencana asap melanda Malaysia akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia turut menimbulkan gejolak di dunia perpolitikan Negeri Jiran. Muncul desakan untuk mundur diarahkan kepada Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklum Malaysia, Yeo Bee Yin.

Yeo dituding terlibat dalam isu bencana asap lintas batas ini. Sebab, lahan sawit yang terbakar di Indonesia salah satunya dilakukan IOI Corporation, perusahaan milik suami Yeo.

Tetapi, Yeo menolak memenuhi desakan itu. Dia menegaskan masalah kabut asap yang terjadi seharusnya ditangani lebih dulu oleh Pemerintah Indonesia.

Dikutip dari Straits Times, Yeo menilai Pemerintah Indonesia seharusnya menggelar investigasi awal untuk menangani persoalan kebakaran hutan dan lahan. Lalu mengambil tindakan tegas kepada perusahaan-perusahaan yang dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran.

" Saya berharap alih-alih mengkritisi, kelompok oposisi dapat memberikan ide-ide konstruktif untuk menyelesaikan masalah serupa di masa depan," kata Yeo.

1 dari 5 halaman

Lahan Milik Perusahaan Suami

Yeo mengatakan situasi seperti yang dialami Malaysia sudah terjadi dalam beberapa dekade. Dia menyatakan menerima gagasan apapun baik dari pemerintah maupun oposisi.

" Jika terdapat ide-ide konstruktif, kami akan terima dan laksanakan," kata Yeo.

Terdapat empat perusahaan perkebunan di Indonesia, diketahui dimiliki oleh orang Malaysia, disebut-sebut berperan menyebabkan bencana asap yang menyelimuti beberapa kawasan. Hal ini karena berkaitan dengan metode tebang-bakar untuk pembukaan lahan baru.

Dua di antaranya adalah Sukses Karya Sawit, yang merupakan unit usaha dari IOI Corporation. Juga ada Sime Indo Agro, yang terkait dengan proyek penanaman Sime Darby.

2 dari 5 halaman

Siapkan Aturan Baru

Desakan mundur muncul dari Pimpinan Pemuda MCA, Nicole Wong. Dia menuding Yeo harus bertanggung jawab atas bencana asap yang terjadi di Malaysia.

Yeo sendiri menikah dengan Lee Yeow Seng. Diketahui, suami Yeo merupakan CEO IOI Properties Group.

Selanjutnya, Yeo mengatakan tengah menyiapkan Undang-undang baru yang memungkinkan orang Malaysia penyebab masalah di luar negeru untuk dihukum.

UU ini nantinya akan berlaku baik bagi perusahaan maupun orang Malaysia yang terlibat. " Kami tengah menyiapkan kebijakan dan akan membawanya ke Kabinet untuk disetujui," kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Dampak Berkurang Akhir Pekan Ini

Yeo menyatakan dampak dari aturan baru ini diprediksi akan terasa dalam beberapa bulan, mungkin hingga beberapa tahun ke depan. Pihaknya telah menghubungi Jaksa Agung untuk mendesak pemberlakukan aturan ini.

Lebih lanjut, Yeo mengatakan Pemerintah Indonesia tidak menanggapi bantuan Malaysia dan Singapura untuk menangani krisis asap. Dia meyakinkan dampak asap akan menurun akhir pekan ini.

" Departemen Metereologi kamu menyatakan akan ada perubahan arah angin dan kami berharap musim hujan segera tiba," ucap dia.

(sah, Sumber: Straits Times)

4 dari 5 halaman

Sujud Syukur Polisi Satgas Karhutla Sambut Turunnya Hujan

Dream - Kebakaran melanda kawasan hutan dan lahan di sebagian Sumatera Selatan. Sejumlah instansi termasuk dinas pemadam kebakaran, polisi dan TNI membentuk Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) untuk memadamkan sejumlah titik api.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan, Ansori, mencatat hingga Senin, 26 Agustus 2019 luasan area kebakaran sudah mencapai 1.822 hektare. Kebanyakan masuk dalam wilayah Kabupaten Musi Banysian dan Kabupaten Ogan Ilir.

Selama 8 hari sejak kebakaran terjadi pertama kali, Satgas Karhutla berjuang memadamkan api di Musi Banyuasin. Ribuan liter air sudah disiramkan namun tak juga berhasil sepenuhnya memadamkan api.

Upaya pemadaman api juga dilakukan oleh warga Sumatera Selatan. Mereka juga menggelar Sholat Istisqo pada Selasa, 27 Agustus 2019 pagi di sejumlah wilayah untuk memohon diturunkannya hujan.

Hujan pun turun saat tim Satgas berupaya keras memadamkan api di sore hari. Seketika, beberapa polisi menggelar sujud syukur menyambut turunnya hujan.

Tak lupa, mereka menengadahkan tangan mengucap doa kepada Allah SWT. Mereka merasa sangat terbantu dengan turunnya hujan.

Sumber: Liputan6.com

5 dari 5 halaman

Jokowi Ancam Copot Pangdam & Kapolda yang Tak Becus Atasi Kebakaran Hutan

Dream - Jokowi mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia tak ingin peristiwa karhutla 2015 terulang kembali.

" Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan jika tak bisa atasi karhutla)," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 Agustus 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini mengaku telah menelepon Panglima TNI dan Kapolri mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dia menyinggung, kebakaran hutan dan lahan pada 2015 telah mengakibatkan kerugian hingga Rp221 triliun.

Dibandingkan 2015, kebakaran hutan tahun ini menurun 81 persen. Tetapi, dibanding 2018, tahun ini mengalami kenaikan. " Harusnya ini tiap tahun turun, menghilangkan total," kata dia.

Jokowi meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan Kapolda dan Pangdam untuk menangani kebakaran hutan serta pencegahannya.

" Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik