Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Curi Masker Di Jemuran Orang (Facebook/All Singapore Staff)
Dream - Pandemi virus corona yang sedang melanda seluruh dunia mengharuskan tiap negara memberlakukan protokol kesehatan. Anjuran dalam protokol tersebut antara lain mencuci tangan dengan sabun, social distancing dan mengenakan masker ketika keluar rumah.
Sebanyak 121 negara yang memiliki kasus corona mewajibkan masyarakatnya untuk menggunakan masker ketika keluar rumah. Imbauan ini menjadikan harga masker melambung tinggi karena banyaknya permintaan akan masker.
Namun terjadinya pandemi tidak seharusnya menghilangkan norma yang kita anut di lingkungan masyarakat bukan?
Baru-baru ini beredar sebuah video yang diunggah oleh akun Facebook All Singapore Stuff. Dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang tengah mencuri masker mulut di atas jemuran pada siang hari bolong.
Dalam rekaman CCTV tersebut, wanita asal Singapura terlihat sedang berjalan di sepanjang koridor lantai dasar Jalan Bahar, Singapur sambil menenteng plastik belanjaan.
Wanita tersebut melihat masker mulut yang bisa digunakan kembali tergantung dari tempat pengeringan di luar unit apartemen. Semua dia berjalan melewati jemuran tersebut namun tiba-tiba berbalik arah.
Sambil celingukan, wanita itu langsung mengambil masker yang berada di gantungan pengering dan dengan cepat berjalan pergi.
Ketika pemilik unit menemukan video CCTV tesebut, mereka memutuskan untuk tidak mengusut masalah ini dan berkata, " Oke, seperti kata pepatah orang tua, biarkan saja lah! Dasar pelit!"
Postingan video aslinya telah dihapus di pengunggah namun banyak netizen yang telah membagikan video tersebut. Menurut informasi, video pencurian masker tersebut terjadi pada 15 Mei 2020.
Banyak netizen terkejut dengan tindakan wanita itu. Mereka mempermasalahkan mengapa harus mencuri masker yang telah dipakai oleh orang lain.
Sebagai upaya penghentian penyebaran virus Covid-19, pemerintah Singapura sendiri telah membagikan masker kain yang dapat dicuci untuk warganya selama masa karantina wilayah.
(Sumber: World of Buzz)
Dream - Di tengah masyarakat yang mulai mengabaikan ketentuan jaga jarak, laman media sosial ramai dengan unggahan foto beberapa kucing di sebuah pasar yang duduk manis di lingkaran dengan jarak berjauhan.
Kicauan Twitter viral itu memperlihatkan kucing-kucing duduk manis dan teratur di atas tanda lingkaran yang seharusnya digunakan warga untuk menjaga jarak selama berbelanja di pasar di Filipina.

Foto-foto tersebut diambil akhir pekan lalu di depan sebuah toko di Barangay Holy Spirit, Kota Quezon, Filipina, dan menjadi viral setelah dibagikan surat kabar The Philippine Star minggu ini.
Para pemilik kucing di Filipina mengaku cukup terkejut dengan tingkah aneh yang diperlihatkan kucing-kucing di pasar tersebut.

Menurut mereka, hanya kucing-kucing yang dipelihara di rumah yang bisa bertingkah seperti itu karena hewan lucu itu memang dilatih untuk melakukannya.
Namun yang ada di foto yang dibagikan di Twitter itu adalah kucing-kucing liar yang hidup di jalanan dan tidak pernah mendapat latihan khusus.
Tingkah para kucing liar yang duduk di atas tanda lingkaran yang digunakan warga untuk menjaga jarak saat berbelanja itu menimbulkan pertanyaan netizen.
Beberapa ahli memiliki teori. Tetapi kucing-kucing di pasar itu pada dasarnya didorong oleh kebutuhan untuk bertahan hidup.
Hal ini diungkapkan oleh Mieshelle Nagelschneider, ahli perilaku kucing di The Cat Behavior Clinic. Nagelschneider adalah pakar terkemuka tentang kucing dan menulis buku The Cat Whisperer.
" Hanya ada satu alasan dan alasan itu adalah untuk bertahan hidup,' kata Nagelschneider.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya