Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Usia Sudah Kepala Tiga, Tapi Penampilan Masih Anak-anak. (Foto: Seenhua)
Dream - Sebagian besar orang akan merasa senang jika memiliki wajah yang imut dan terlihat awet muda. Namun tidak demikian dengan pria 34 tahun dari China Tengah ini.
Terlihat seperti anak-anak justru merupakan kutukan baginya. Dia tidak bisa menikah, dan semua orang menganggapnya anak-anak.
Zhu Shengkai, dari pinggiran Kota Xiantao, Wuhan, mulai mengalami masalah pertumbuhan pada usia 6 tahun. Ketika kepalanya cedera karena kena lemparan batu saat bermain dengan teman-temannya.
Saat cedera, kepalanya tidak mengalami perdarahan. Tetapi menurut orang tuanya, Zhu sakit demam selama tiga hari berturut-turut.
Khawatir dengan kesehatannya, mereka membawa Zhu ke rumah sakit. Setelah diperiksa, dokter menemukan adanya gumpalan darah di otaknya.
Zhu kemudian menjalani operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya. Setelah itu, Zhu pulih dan hidupnya berjalan normal selama beberapa tahun.
Tetapi pada usia 9 tahun, keluarganya memperhatikan perkembangan Zhu tampak tidak normal jika dibandingkan dengan anak seusianya.
Zhu bahkan tampak seperti tidak tumbuh sama sekali sejak dia mengalami insiden cedera di kepala pada tiga tahun sebelumnya.
Orang tuanya membawa Zhu ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Mereka berharap bisa mengetahui penyebab Zhu berhenti tumbuh.
Setelah melalui serangkaian tes, mereka diberitahu bahwa kelenjar pituitari anak itu telah rusak. Hal ini yang memengaruhi perkembangan fisik Zhu.
Dilansir dari Alodokter.com, kelenjar pituitari adalah organ kecil yang berada di bawah otak. Kelenjar ini dikenal sebagai 'moyangnya' kelenjar.
Disebut demikian karena pituitari menghasilkan hormon yang mengendalikan kelenjar lain dan memiliki beragam fungsi pada tubuh, termasuk fungsi pertumbuhan.
Sayangnya, meski dua dekade telah berlalu, Zhu yang saat ini berusia 34 tahun masih terlihat seperti anak-anak.
Zhu benar-benar seperti masih anak-anak. Dia tidak punya kumis atau cambang. Suaranya juga mirip anak kecil.
Karenanya, usahanya untuk meyakinkan bahwa dia sudah dewasa selalu gagal. Karena tubuhnya terlihat kecil seperti anak-anak.
Akibatnya, Zhu tidak dapat menikah dan memiliki anak seperti kebanyakan anak laki-laki yang tumbuh bersamanya.
" Meskipun saya sekarang berusia 34 tahun, fungsi tubuh saya sama dengan anak kecil. Saya bukan orang dewasa, jadi tidak bisa menikah," keluhnya.
Tidak ada yang bisa dilakukan Zhu untuk mengobati kondisinya. Dokter juga belum menemukan cara untuk menolong Zhu.
Namun, Zhu masih merasa optimis. Dia berharap ada mukjizat yang bisa membuatnya bisa tumbuh normal seperti orang lain.
Untuk menghibur hati dan memenuhi kebutuhan hidupnya, Zhu menyibukkan diri dengan membuka kedai cukur.
Zhu terkadang bercanda dengan pelanggan kedai cukurnya. Dia bilang para pelanggannya kelak akan tua dan keriput.
" Tapi saya akan tetap terlihat muda selamanya dengan wajah baby face ini," kata Zhu bercanda.
(Sumber: OddityCentral.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya