Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Dream - Puluhan tentara Israel mengaku diperintahkan untuk " membunuh setiap orang" yang mereka lihat. Aksi kejam ini dilakukan saat Israel melancarkan agresi terbaru mereka terhadap Jalur Gaza tahun lalu.
Pengakuan 60 tentara Israel tersebut dikumpulkan dan dipublikasikan oleh sebuah LSM Israel Breaking the Silence. Pengakuan dalam bentuk sebuah laporan setebal 237 halaman itu diberi judul " This is how we fought in Gaza" atau " Beginilah Kami Bertempur di Gaza" .
" Perintahnya adalah tembak di tempat setiap orang yang dilihat - baik bersenjata atau tidak, tak peduli apa pun situasinya. Perintahnya sangat jelas. Setiap orang yang ditemui, yang terlihat oleh mata - ditembak sampai mati," ungkap laporan tersebut seperti dikutip dari pengakuan tentara Israel.
Tentara Israel lainnya mengatakan mereka yang terlibat dalam pembantaian di Gaza tahun lalu diperintahkan untuk 'menembak ke segala arah, terutama saat masuk..... asumsinya adalah ketika kami masuk, setiap orang yang berani melongok keluar berarti dia teroris'.
Pengakuan lainnya mengungkapkan, tank-tank Israel juga diperintahkan untuk memilih target bangunan secara acak.
Seorang tentara mengatakan pasukan Israel telah menembak dan menewaskan dua wanita Palestina yang sedang berbicara di telepon, sekitar satu kilometer dari zona perang. Penyelidikan selanjutnya menunjukkan bahwa perempuan tidak bersenjata, namun tentara Israel hanya mengatakan, " Lanjutkan, mereka terdaftar sebagai teroris," seperti dikutip dari Dream dari laman Presstv, Rabu, 6 Mei 2015.
Lebih dari 100 contoh pelanggaran oleh tentara Israel selama serangan musim panas tahun lalu itu juga telah didokumentasikan dalam laporan.
LSM ITU menyebut, Israel menggunakan prinsip militer yang sangat tidak manusiawi. Disebutkan, pasukan harus meminimalkan risiko meski harus mengorbankan penduduk sipil yang tak berdosa. Akibatnya, Palestina, terutama Gaza, mengalami kerusakan infrastruktur dan korban jiwa besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebuah laporan Israel pada bulan Maret menyebut, lebih dari 350 tentara Israel yang ikut dalam perang mematikan itu telah mendapat perawatan untuk gejala yang berhubungan dengan stres pasca-trauma, termasuk disorientasi, produktivitas yang rendah, dan mimpi buruk berulang.
Setidaknya 10 tentara Israel juga dilaporkan melakukan bunuh diri tahun lalu, termasuk empat yang ikut ambil bagian dalam perang Gaza. (Ism0
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
