Hidup Mewah PM Israel, Belanja Es Krim Sebulan Rp 33 Juta

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 17 Maret 2015 15:02
Hidup Mewah PM Israel, Belanja Es Krim Sebulan Rp 33 Juta
Total tagihan katering Netanyahu mencapai US$ 23.000 (Rp 303 juta) per bulan. Istrinya juga menghabiskan uang negara untuk belanja alat komestik dan alat kecantikan.

Dream - Satu bulan sebelum digelar pemilihan umum, Badan Pengawas Keuangan Israel mengkritik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu karena menghamburkan uang negara untuk sesuatu yang tidak penting.

Dalam laporan terbaru, terungkap jika Netanyahu telah menghamburkan ratusan ribu dolar Amerika untuk membeli makanan meskipun dia memiliki koki pribadi.

Tidak hanya itu, Netanyahu juga diduga membelanjakan uang ribuan dolar setiap bulan hanya untuk membeli es krim.

Ketua Pengawas Keuangan Negara Israel, Yosef Shapira, mengkritik Netanyahu dan istrinya, Sara, yang menghabiskan ribuan dolar uang rakyat untuk memperbaiki rumah peristirahatan mereka di kota Caesarea.

Sekitar US$ 20.000 (Rp 264 juta) digunakan Netanyahu untuk membayar tagihan air dan perbaikan saluran listrik di Caesarea. Netanyahu juga menyewa pegawai Komite Pusat Partai Likuid untuk menjadi tukang listrik pribadinya selama akhir pekan dalam tiga bulan terakhir.

Dalam laporan untuk tahun anggaran 2011-2013 itu, terungkap bahwa istri Netanyahu juga menghabiskan uang negara untuk belanja alat komestik dan alat kecantikan. Namun jumlahnya tidak diungkap.

Dalam laporan setebal 40 halaman yang dikompilasi Shapira mencatat pengeluaran Netanyahu untuk membeli makanan mencapai US$ 122.500 (Rp 1,6 miliar) pada 2011. Total tagihan katering Netanyahu mencapai US$ 23.000 (Rp 303 juta) Sementara total tagihan belanja es krim bulanan Netanyahu mencapai US$ 2.500 (Rp 33 juta).

Dalam pembelaannya, Netanyahu menyalahkan mantan pegawai, Menny Naftali, yang diklaimnya buruk dalam menangani anggaran rumah tangga rumah dinas perdana menteri.

" Sangat penting untuk dicatat bahwa anggaran rumah dinas perdana menteri telah berkurang secara signifikan selama dua tahun terakhir. Biaya meningkat secara signifikan selama periode waktu tertentu seperti pemeliharaan dan pengoperasian rumah dinas di bawah Menny Naftali - seorang mantan pegawai yang sakit hati," kata Netanyahu dalam pernyataannya.

Naftali saat ini sedang menggugat Netanyahu atas pelanggaran dan pencemaran nama baik.

(Ism, Sumber: Upi.com)

Beri Komentar