Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Ilustrasi Prof Wiku Adisasmito (Foto: Merdeka.com)
Dream – Kini masyarakat sedang menantikan vaksin yang sudah tiba di Indonesia. Masyarakat perlu mendapatkan vaksinasi di masa pandemi ini untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.
Vaksin memang mampu memberikan kekebalan secara individu, akan tetapi terciptanya herd immunity tentu akan menjadi pelindung bagi masyarakat yang tidak memeroleh vaksin karena suatu sebab tertentu.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan, untuk mencapai kekebalan tubuh diperlukan prinsip gotong royong menjaga kesehatan masyarakat.
“ Kekebalan komunitas dapat dicapai apabila masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Sehingga dengan jumlah yang emamdai, maka akan tercipta herd immunity, sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi,” tutur Wiku Adisasmito dikutip dari covid19.go.id.

Kriteria ideal vaksin yang berkualitas harus dipahami oleh masyarakat termasuk efikasi dan efetivitasnya. Sebab kedua aspek tersebut sangatlah penting dalam berperan mengukur manfaat vaksin dalam mengendalikan Covid-19.
Wiku juga menjelaskan secara terperinci bahwa aspek pertama adalah efikasi. Menurutnya efikasi adalah besarnya kemampuan vaksin untuk mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu dalam kondisi ideal dan terkontrol.
“ Hal ini dapat dilihat dari hasil uji klinis vaksin di laboratorium yang dilakukan kepada populasi dalam umlah yang terbatas,” terang Wiku.

Aspek ke du, tambah dia, yakni efektivitas yang merupakan kemampuan vaksin dalam mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu di lingkup masyarakat yang lebih luas.
“ Yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat secara luas yang masyarakat tersebut adalah heterogen,” ucapnya.
Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi aspek efektivitas ini. Faktor pertama yang memengaruhinya adalah penerima vaksin memiliki usia, komorbid atau penyakit penyerta, riwayat infeksi sebelumnya, dan juga jangka waktu sejak vaksinasi dilakukan.
Selain itu juga menyangkut jenis vaksin, active atau inactived, komposisi vaksin dan cara penyuntikannya.
Faktor ke tiga, tambah Wiku, adalah kecocokan strain pada vaksin, dengan strain pada virus yang beredar di masyarakat.
“ Untuk mengetahui aspek efektivitas vakin, maka perlu adanya data surveilans, untuk melihat perkembangan kasus serta memantau dampaknya. Data imunisasi untuk melihat cakupan imunisasinya, dan data klinis individu pendukung untuk melihat aspek lain yang memengaruhi kondisi kesehatan individu,” tambahnya.

Sementara itu, efisiensi vaksin juga bisa dilihat dari nilai pembelanjaan vaksin. Vaksin bisa menekan biaya pengeluaran untuk kesehatan dalam menangani orang sakit akibat virus corona. Terdapat berbagai pertimbangan lain yang juga sedang dilakukan pemerintah untuk memastikan tujuan utamanya yakni mengakhiri pandemi Covid-19.
“ Perlu kita ingat bahwa satu upaya pengendalian Covid-19 saja tidak akan efektif jika tidak disertai upaya lainnya yang menutup kekurangan masing-masing dan saling melengkapi,” jelas Wiku.
Penerapan protokol kesehatan 3M; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun, serta upaya 3T; testing, tracing, dan treatment. Semua aspek itu penting, jika hanya mengandalkan satu aspek saja maka penanganan covid-19 tidaklah efektif.
“ Oleh karena itu peru adanya kerjasama masyarakat untuk bersungguh-sungguh mengendalikan Covid-19. Langkah vaksinasi tingkat nasional harus tetap diikuti kedisiplinan kita dalam menjalankan kesehatan di setiap kegiatan. Ingat vaksin akan berjalan efektif apabila kita secara disilpin menjalankan protokol kesehatan,” kata dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
