5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Bagi para penyitas Covid-19, salah satu masalah yang harus diwaspadai yakni terjadinya Long Covid. Kejadian ini bisa dialami para penyitas usai dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.
Dokter spesialis paru, Agus Dwi Susanto, mengungkapkan, ada beberapa perbedaan antara gejala Long Covid dengan infeksi awal Covid-19.
" Kalau gejala Long Covid ini lebih banyak yang sifatnya kronik, sedangkan gejala Covid-19 adalah gejala akut," kata Agus dalam dialog di Graha BNPB, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Agus mengatakan, gejala Covid-19 misalnya seperti demam, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan, yang bersifat akut dan muncul dalam beberapa hari hingga beberapa pekan.
Selain itu, diagnosis Covid-19 juga ditegakkan melalui adanya riwayat kontak dengan pasien terinfeksi Virus Corona lainnya, serta hasil swab test PCR yang positif.
Sementara, untuk Long Covid, seseorang harus terlebih dahulu dinyatakan sembuh dan negatif dari COVID-19.
" Jadi, kalau kita mau menyatakan itu adalah Long Covid, pasien COVID-19 harus sembuh dulu, dan biasanya dari swab-nya negatif," kata Agus.
Agus mengatakan, gejala Long Covid bisa menetap dan bervariasi. Namun berdasarkan beberapa riset yang dilakukan di China, Inggris, dan Amerika Serikat, ada beberapa beberapa gejala yang banyak ditemukan.
" Sebagian besar gejala yang muncul, pertama adalah kelelahan kronik, jadi badan terasa lemah, letih, beberapa minggu sampai beberapa bulan masih lemas. Itu riset di Inggris sekitar 60 persen mengalami kelelahan tersebut," ujarnya.
Gejala lain yang banyak dilaporkan adalah sesak napas atau napas berat. Agus mengatakan, hal ini karena Covid- 19 juga berdampak pada paru dan jantung, yang berimplikasi pada napas terasa berat.
Agus mengatakan, di beberapa riset persentase mereka yang mengalami sesak napas usai sembuh dari Covid-19 mencapai sekitar 42 persen.
" Gejala yang lain adalah seperti nyeri sendi, nyeri otot, itu juga bisa muncul. Bahkan ada gejala psikologis yang dilaporkan seperti depresi pasca Covid-19," terang Agus.
Terdapat sejumlah gejala lain yang dilaporkan terjadi walau dalam jumlah sedikit. Hal ini berupa masalah perut serta gangguan pada indera penciuman atau perasa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
