Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penyaluran Vaksin Covid-19 Akan Dilakukan Dalam Dua Skema (Foto: Shutterstock)
Dream - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) memastikan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat serta aparat kepolisian dan TNI akan mendapatkan pritoritas vaksinasi Covid-19. Mereka lebih diutamakan karena selama ini menjadi garda terdepan dalam melawan virus corona.
" Vaksin datang secara bertahap dan karenanya kami harus membuat prioritas," kata Ketua KPCPEN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato dalam keterangan tertulisnya, Rabu,9 Desember 2020.
Menurut Airlangga, prioritas pihak pertama penerima injeksi vkasin Covid-19 itu Itu dilakukan berdasarkan intruksi Presiden Indonesia Joko Widodo sekaligus mengikuti standar WHO.
Airlangga juga mengingatkan masyarakat bahwa proses pengadaan vaksin yang bertahap hingga 2022 membuat masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan. Sikap yang sama diharapkan tetap diberlakukan meski vaksin nantinya sudah tersalurkan secara menyeluruh kepada masyarakat.
" Kami meminta masyarakat tetap menerapkan 3T, Testing, Tracing dan Treatment serta 3M, Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, Memakai Masker serta Menjaga Jarak.” kata dia.
Pengadaan vaksin Covid-19 saat ini baru mencapai 65 persen dari total penduduk Indonesia. Rencananya 32 juta dosis akan digratiskan melalui iuran BPJS dan skema vaksin mandiri disediakan sebanyak 75 juta dosis.
" Sebanyak 32 juta dosis disiapkan untuk yang menerima bantuan iuran BPJS yang tidak memiliki komorbit dan berusia antara 18-59 tahun. Rentan usia dan kondisi penerima ini disesuaikan dengan yang mengikuti uji klinis," ujar dia lagi.
Sedangkan untuk vaksin mandiri Airlangga mengungkapkan bahwa hal tersebut dapat diakses melalui Sektor Industri Padat Karya dimana perusahaan menyediakan vaksin untuk karyawannya dan bisa didapat salah satunya melalui BPKS KetenagaKerjaan.
“ Tentunya nanti akan kita dorong lebih luas lagi bagi penerima vaksin. Hal ini harus dilakukan secara bertahap secara melihat efektivitasnya," tutur Airlangga.(Sah)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, melaporkan sebanyak tiga dari enam bakal vaksin Covid-19 yang dibuat Indonesia sudah menunjukan hasil positif saat dilakukan tes uji coba kepada hewan. Tiga calon vaksin itu hasil pengembangan dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair).
Bambang juga memastikan Indonesia akan terus menjalankan pengembangan Vaksin Merah Putih untuk mengatasi Covid-19. Selain tiga lembaga tadi, pemerintah juga menggandeng LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
" Perkembangannya boleh dikatakan tiga dari enam tersebut yaitu dari Eijkman, dari Erlangga dan dari UI itu progresnya yang paling cepat saat ini," ujar Bambang, disiarkan channel YouTube Humas Jabar.
Menurut Bambang, tiga calon vaksin Covid-19 buatan Indonesia itu selanjutnya akan melalui proses penyerahan bibit kepada PT Biofarma pada tahun depan. Bio Farma lalu akan menjalankan uji klinis pada manusia dalam tiga tahapan.
Jika dinilai berhasil, Vaksin Merah Putih akan dimintakan izin ke BPOM sehingga bisa digunakan untuk mencegah Covid-19.
Bambang memperkirakan bibit vaksin dapat diserahkan ke Bio Farma pada triwulan pertama 2021. Sehingga diharapkan vaksin bisa diproduksi massal pada triwulan keempat 2021.
" Barangkali sudah bisa mulai dilakukan vaksinasi dengan Vaksin Merah Putih," ucap dia.
Selain itu, Bambang juga mengungkapkan sejumlah inovasi lain seputar penanganan Covid-19. Seperti gelang wearable device yang terkoneksi dengan gadget.
Alat tersebut dapat digunakan untuk memantau pergerakan pasien positif Covid-19 yang menjalani karantina. Alat itu dapat menunjukkan titik keberadaan pasien secara real time dan terhubung ke GPS.
" Kalau orang itu (pasien OTG) harusnya berada di lokasi A tahu-tahu ada di lokasi C berarti ada pelanggaran dan harus segera dilakukan tidak hanya penertiban tapi tracing," ucap Bambang.
Tak hanya itu, kata Bambang, Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 juga mengembangkan teknologi drone untuk pemantauan kerumunan. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kinerja para petugas dalam melakukan pemantauan dan mencegah kerumunan.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya