Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pengantin
Dream - Para wanita dari empat negara di Asia harus mengubur harapannya menikahi pria Arab Saudi. Negara kerajaan ini telah melarang penduduk prianya mengawini perempuran dari negara-negara di Asia seperti Bangladesh, Pakistan, Myanmar dan Chad dari Afrika.
Larangan ini merupakan bagian dari kebijakan Arab Saudi, yang memperketat pernikahan dengan warga negaras asing.
Mengutip laporan surat kabar harian di Mekah, seperti dilansir laman Emirate 247, Jumat, 8 Agustus 2014, jumlah penduduk dari keempat negara tersebut di Arab Saudi ditaksir mencapai 500 ribu orang. Faktor inilah yang diduga menjadi alasan utama pelarangan tersebut.
Ketentuan larangan ini dikabarkan telah diterapkan dalam surat aplikasi bagi pria Saudi yang berencana menikahi wanita asing.
Kabar pemberlakuan kebijakan baru ini dibenarkan Kepala Kepolisian Mekah, Jenderal Assaf Al-Qurashi.
Lebih jauh, persyaratan pernikahan bagi penduduk Arab Saudi yang ingin menikahi waga asing memang telah diperketat.
Pria yang ingin menikah wanita asing minimal harus berusia 25 tahun. Jika baru bercerai, sang pria harus menunggu setidaknya enam bulan sebelum mengajukan kembali permintaan untuk menikah.
Jika telah menikah, pria Saudi yang ingin menikahi wanita asing sebagai istri kedua harus bisa membuktikan bahwa istri pertamanya mengidap kanker, atau dianggap tak mampu melahirkan anak.
Saat ini, populasi warga Asing di Arab Saudi tercatat sudah mencapai 30 persen dari total 27 juta penduduk negara. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya