Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyaluran kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah masih sangat rendah. Saat ini penyaluran kredit untuk sektor UMKM baru sekitar 18 persen dari total kredit, atau sekitar Rp635 triliun dari total kredit yang berjumlah sekitar Rp3.500 triliun.
" Nominal ini tentunya masih sangat sedikit jika dibandingkan jumlah pelaku usaha UMKM," ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta, Kamis 7 Agustus 2014.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, pada tahun 2012 terdapat sekitar 56 juta unit usaha UMKM. Angka itu merupakan 99 persen pelaku usaha yang ada di Indonesia.
Dari jumlah itu, 55 juta diantaranya merupakan usaha mikro. Sementara, sektor UMKM menghidupi sekitar 107 juta tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari tenaga kerja di Indonesia.
" Bila kita bandingkan rata-rata penyaluran kredit per unit usaha antara UMKM dan usaha besar, maka setiap unit usaha UMKM hanya menerima kredit sebesar Rp11,2 juta per
unit usaha UMKM. Sedangkan usaha besar yang berjumlah 4.968 unit usaha rata-rata menerima kredit sebesar Rp575 miliar," ujar Kusumaningtuti.
Selain itu, Kusumaningtuti menyayangkan pengusaha UMKM ini memiliki tingkat pengetahuan terhadap keuangan yang masih rendah. Yakni, hanya 40,7 persen dengan tingkat utilisasi sebesar 60,62 persen. Hal inilah yang menghambat pertumbuhan UMKM di Tanah Air.
" Oleh karena itu, peningkatan literasi di sektor jasa keuangan sangat penting karena hal ini dapat membuka akses sektor UMKM ke sektor jasa keuangan di Indonesia," tandasnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya