Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Pemakaman Jenazah Covid-19 Pakai Tangan Di Jember (Memontum.com)
Dream - Kisah miris seputar pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19 kembali terjadi. Kali ini bukan penolakan namun keengganan masyarakat meminjamkan cangkul kepada petugas yang hendak memakamkan jasad pasien meninggal karena corona.
Petugas yang menggunakan APD lengkap terpaksa menutup lubang makam jenazah Covid menggunakan tangan.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 9 Desember 2020 di Dukuh Karangtemplek, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Proses pemakaman yang dilakukan 10 petugas dari TRC BPBD Jember harus berjalan lebih dari 30 menit. Padahal, biasanya penutupan makam bisa dikerjakan dalam 15 menit jika menggunakan cangkul dan sekop.
" Padahal, menguburkan tadi kedalamannya lebih dalam, yang umumnya 1,5 meter," kata salah satu petugas enggan disebutkan namanya, dikutip dari Memontum.com.
Petugas biasanya membawa peralatan sendiri untuk menguburkan pasien meninggal karena Covid-19. Namun hari itu ada tim lain yang juga memakamkan jenazah Covid-19 di waktu bersamaan naun di lokasi pemakamannya berbeda.
" Kan dibagi dalam dua tim. Kami di Kecamatan Ambulu dan tim lain di Kecamatan Semboro, alat cangkul dan sekop dibawa tim lain," kata dia.
Selama ini, kata petugas tersebut, warga biasanya akan meminjamkan cangkul kepada tim. Tetapi kali ini tidak.
" Mungkin warga takut virus coronanya nempel di cangkul," kata petugas tersebut berusaha memahami ketakutan warga.
Selama meninjam alat dari warga, petugas sebetulnya selalu membersihkan dengan disinfektan sebelum dikembalikan. Sehingga keamanannya terjamin.
" Sebenarnya aman, tapi ya karena tidak dipinjami dan dibilang tidak ada, ya sudah kita pakai tangan biasa. Kita ker-ker (aduk-aduk) tanahnya untuk menguburkan padahal lubang makam sebelumnya dibuatkan warga," ucap dia.
Petugas tersebut membantah jika warga protes dengan tidak meminjamkan cangkul. Mereka, kata petugas tersebut, sudah memahami kondisi jenazah dan tidak ada protes.
" Tapi setelah kedalaman makam kurang dari 20 cm, ada warga yang meminjamkan cangkul, jadi Alhamdulillah terbantu," kata petugas itu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember, Heru Widagdo, membenarkan hal itu. Dia menduga ada kekhawatiran warga terhadap potensi penularan Covid-19 sehingga tidak meminjamkan cangkul.
" Jember memang unik, macam-macam proses pemakaman ini. Tapi kita berusaha agar pihak keluarga tetap tabah dan proses pemakaman dapat berjalan dengan baik, karena sensitif sekali soal pemakaman menggunakan protokol Covid-19 ini," kata Heru.
Sumber: Memontum.com
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa