Mahasiswi Bekasi Dibunuh Kekasih Pakai Boneka

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 4 Juni 2015 14:02
Mahasiswi Bekasi Dibunuh Kekasih Pakai Boneka
Mahasiswi ini dibekap menggunakan boneka panda ukuran besar selama 20 menit dalam posisi terlungkup.

Dream - Sesosok mayat wanita ditemukan di dalam kamar kos di Jalan KH Agus Salim RT 02/04 Kelurahan Bekasi Timur, Kota Bekasi, dengan kondisi sudah membusuk pada Rabu 1 Juni 2015.

Awalnya, kasus ini dianggap bukan kasus pembunuhan. Namun, dari hasil penyelidikan polisi menemukan sejumlah kejanggalan.

Korban Monica, 19 tahun yang merupakan seorang mahasiswi ternyata dibunuh oleh kekasihnya sendiri, Arifin bin Erwan, 22 tahun.

Kapolresta Bekasi Kota, Komisaris Beasr Pol Daniel Bolly Hyronimus Tifaona menjelaskan, pada Minggu 31 Mei sekitar pukul 22.00 WIB korban bertengkar dengan pelaku di kamar indekos tersebut. Keduanya tinggal sekamar.

Setelah itu mereka tidur, pada Senin 1 Juni pukul 06.00 WIB pertengkaran kembali terjadi hingga berujung kepada pembunuhan tersebut.

" Korban dibekap menggunakan boneka panda ukuran besar selama 20 menit dalam posisi terlungkup," kata Daniel. Usai membunuh kekasihnya itu, pukul 07.00 WIB, pelaku berangkat kerja dan pulang kembali sekitar pukul 22.00 WIB. 

Untuk mengelabui warga dan polisi, Arifin terlebih dahulu masuk ke kamar dan membalikkan posisi badan mahasiswi cantik tersebut hingga terlantang.

" Selanjutnya tersangka keluar rumah dan berteriak minta tolong serta pura-pura mendobrak pintu kamar kos. Ini dilakukan untuk mengelabui warga dan polisi dengan menyatakan korban dibunuh orang lain," terangnya.

Namun polisi yang melakukan identifikasi menemukan kejanggalan hingga akhirnya menetapkan tersangka menjadi pembunuh tunggal MC wanita yang telah dipacari tersangka sejak 2014 tersebut.

Menurut Kapolres, tersangka mengaku sudah lama kesal terhadap korban karena dinilai hanya menghamburkan uang hasil kerjanya saja.

" Pengakuan tersangka, korban ini sering minta uang untuk foya-foya. Pertengkaran sebelum pembunuhan merupakan puncak kekesalan tersangka," ucapnya.

Adapun barang bukti diamankan antara lain, boneka panda besar warna merah muda, telepon selular, baju tidur, kasus berikut seprei.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Ism) 

(Sumber: humaspoldametrojaya.blogspot.com)

1 dari 2 halaman

Pembunuh Alumni UGM Eka Maya Sari Dibekuk

Pembunuh Alumni UGM Eka Maya Sari Dibekuk

 

Dream - Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan Eka Maya Sari (2‎7) di tempat persembunyiannya, Kutoarjo, Purworejo, pada Rabu kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.

" Pelaku sudah kita tangkap inisialnya RMZ," kata Kabid Humas Polda DIY, AKBP Anny Pudjiastuti saat dihubungi Dream, Kamis 21 Mei 2015.

Pelaku yang berumur 20 tahun sehari-harinya adalah seorang pengamen di Yogyakarta. Ia tercatat sudah 3 kali datang ke tempat angkringan korban di kawasan Janti, Bantul, DIY.

" Motifnya karena pelaku kesal korban menolak kasih pinjaman uang Rp 10 ribu untuk makan. Pelaku kemudian membunuh," kata Anny.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang Rp 50 ribu. Adapun uang Rp 757 ribu yang didapatkan pelaku dari korban sudah habis dipakai untuk kehidupan sehari-hari.

Alumni D3 Sastra Inggris UGM ini ditemukan tewas di kamar kosnya, Jalan Janti nomor 65 RT 01 RW 19 Karangjambe, Banguntapan, Bantul, Sabtu kemarin 2 Mei 2015.

Saat ditemukan, tubuh Maya ditutupi selimut dalam kondisi setengah telanjang dan wajah tertutup sajadah. Ada luka lebam di wajah serta bekas darah di paha hingga kaki korban.

Dia dikenal sebagai sosok yang rajin beribadah. Bahkan komunitas Mualaf Jogja menyebutnya 'Srikandi Masjid'. Karena Eka kerap mengikut berbagai aktivitas di Masjid An-Nur. Juga sebagai tenaga pengajar mengaji. Selengkapnya Pembunuh Alumni UGM Dibekuk(Ism) 

2 dari 2 halaman

Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Bukan Bunuh Diri

Mahasiswa UI yang Tewas di Danau Bukan Bunuh Diri

Dream - Polisi memastikan Akseyna Ahad Dori (18), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia yang tewas di Danau Kenanga UI bukan bunuh diri.

" Berdasarkan hasil gelar perkara penyidik serta pemeriksa alat-alat bukti yang dikumpulkan dan dicari, dapat kesimpulan Akseyna tidak bunuh diri. Diduga kuat ini perbuatan pidana," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal di kantornya, Kamis 28 Mei 2015.

Dalam kasus ini, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya ikut membantu Polres Depok untuk mengidentifikasi pelaku yang diduga membunuh Akseyna.

" Kita belum tahu siapa pelakunya. Masih dalam proses penyidikan, " kata mantan Kapolres Jakarta Utara.

Sebelumnya, polisi sempat menduga Akseyna tewas bunuh diri. Karena didapati surat perpisahan yang diduga ditulis Akseyna dalam bahasa Inggris di kamar kosnya kawasan Beji, Depok, dengan permintaan agar kehilangannya tak dicari.

Namun Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, yang tinggal di Yogyakarta, mengatakan tulisan tangan surat perpisahan itu tak sama dengan tulisan tangan anaknya yang ia kenal.

Akseyna ditemukan tewas mengapung di Danau Kenanga dekat Balairung UI, Kamis 26 Maret 2015. Saat jasadnya diangkat, ditemukan sejumlah batu berukuran besar dari dalam tas mahasiswa asal Yogyakarta tersebut. (Ism) 

 

Beri Komentar