Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (liputan6.com)
Dream - Usai azan, setiap orang dianjurkan untuk membaca doa. Ini agar Allah memberikan keberkahan kepada kita usai azan berkumandang.
Anjuran ini juga berlaku kepada para muazin. Mereka juga membaca doa usai azan.
Tetapi, karena posisinya dekat dengan pengeras suara, doa tersebut terdengar keras. Sementara, doa azan dianjurkan dibaca lirih dan untuk pribadi masing-masing.
Lantaran doa itu tersiar lewat pengeras suara, ada yang memprotes. Mereka menyatakan muazin telah melakukan kesalahan berupa membaca doa azan secara keras.
Lantas, apakah hal ini dibenarkan?
Dikutip dari Islami, Mufti Saudi memang mengeluarkan fatwa terkait pembacaan doa azan. Berikut fatwanya.
" Doa setelah azan bentuknya adalah individu (dibaca sendiri-sendiri), tidak dibaca dengan suara bersama-sama. Dan bagi muazin tidak boleh mengeraskan doa azan, agar tidak dikira sebagai azan."
Fatwa itu mencantumkan alasan pelarangan muazin membaca doa azan dengan suara keras, yaitu agar tidak dikira bagian dari azan. Sementara doa azan bukanlah bagian dari azan itu sendiri.
Lafal azan tergolong singkat, sedangkan bacaan doa azan cukup panjang. Jika sudah diketahui bedanya, maka hukumnya menjadi berubah sesuai kaidah fikih berikut.
" Hukum terletak pada illat (alasannya), baik itu berlakunya hukum atau tidak."
Dalam hal ini, illat mengenai kekhawatiran doa dikira bagian azan sudah gugur. Sehingga, muazin boleh membaca doa azan meski tersiar lewat pengeras suara.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya