Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kita mungkin sering berjumpa dengan orang-orang yang mengaku sebagai panitia pembangunan masjid.
Mereka kadang meminta sumbangan di pinggir jalan, di dalam kendaraan umum, ataupun mendatangi rumah per rumah.
Praktik ini tentu bagus dijalankan. Sebab, panitia menjalankan upaya jemput bola agar pembangunan segera terselesaikan.
Sayangnya, terkadang ada orang yang menggunakan praktik ini untuk penipuan. Uang yang didapat ternyata dipakai sendiri, sementara proyek pembangunan masjidnya fiktif.
Tetapi, apakah kita harus langsung menolak begitu bertemu dengan mereka?
Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menyarankan agar kita mengutamakan prasangka baik atau khusnudzon.
Karena bisa jadi orang yang bersangkutan benar-benar menjalankan amanah panitia pembangunan masjid untuk mencari dana.
Selain itu, khusnudzon merupakan sikap yang harus dimiliki seorang Muslim. Selalu menduga orang lain adalah baik dan tidak menuduh yang bukan-bukan selama tidak ada bukti.
Khusnudzon harus diberlakukan kepada semua orang. Termasuk pada mereka yang meminta sumbangan.
Jika si peminta sumbangan itu datang kepada kita, sangat dianjurkan untuk mendekatinya dengan cara yang baik. Ajak dia mengobrol senyaman mungkin.
Kita bisa bertanya mengenai latar belakang kehidupannya. Tapi, sebisa mungkin dia tidak menjadi curiga agar bisa diketahui maksud di balik praktik peminta sumbangan tersebut.
Apapun jawabannya, sebisa mungkin kita tetap memberikan uang seperlunya. Jika dia memang berbohong, niatkan saja uang tersebut sebagai sedekah untuk meringankan beban orang itu.
Tentu cara tersebut lebih patut daripada menuduh yang bukan-bukan. Dan uang yang sudah kita niatkan sedekah tersebut insya Allah tidak akan sia-sia.
(ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya