Muhammadiyah Minta Masyarakat Tak Risaukan Libur Idul Adha

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 3 September 2015 18:16
Muhammadiyah Minta Masyarakat Tak Risaukan Libur Idul Adha
Yunahar Ilyas berharap setiap kantor maupun instansi memberikan kesempatan kepada warga Muhammadiyah menjalankan ibadah salat Id di hari aktif.

Dream - Keputusan Muhammadiyah yang menggelar Idul Adha tanggal 23 September 2015 menyisakan permasalahan tersendiri. Sebab, tanggal tersebut tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Terkait persoalan ini, Ketua Majelis Tarjih, Tajdid, dan Pemikiran Islam PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas meminta instansi dan kantor-kantor memberikan kesempatan bagi warga Muhammadiyah yang ingin menjalankan Salat Idul Adha di hari itu. Dia bahkan bersyukur jika pemerintah berkenan mengeluarkan imbauan khusus.

" Muhammadiyah meminta pemerintah memberi kesempatan bagi warga yang ingin melaksanakan Salat Id. Jika tidak libur, minimal diberikan izin," ujar Yunahar kepada Dream, Kamis, 3 September 2015.

Menurut Yunahar, Muhammadiyah belum memutuskan akan membuat surat khusus kepada pemerintah mengenai hari libur ini.

" Itu biar keputusan Sekretaris Umum saja. Surat tidak terlalu penting. Pemerintah sudah tahu kok, jauh-jauh hari Muhammadiyah akan berbeda dalam melaksanakan Idul Adha," katanya.

Dia lebih khawatir jika ada warga yang dilarang untuk menjalankan ibadah Salat Id di hari itu oleh kantor atau lembaga tempat mereka bekerja. Bahkan secara tegas dia meminta kantor atau instansi tersebut untuk tidak memberikan sanksi bagi warga yang Salat Id di hari itu.

" Kalau sampai diberi sanksi, itu buat masalah saja namanya," tegas Yunahar.

Meski begitu, dia optimis kejadian pelarangan semacam itu tidak akan terjadi. Sebab ibadah seseorang, menurutnya, sudah sesuai dengan konstitusi negara yang menjamin kemerdekaan beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan.

" Saya percaya penetapan Idul Adha ini tidak akan menimbulkan masalah," kata dia.

 

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal