Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penampakan Garis Puth Di Langit Saat Hari Pertama Ramadhan 1441 H. (Foto: Facebook Farizal Alimi)
Dream - Keindahan Subuh di hari pertama bulan Ramadhan dihiasi dengan satu fenomena misterius dan unik yang muncul di langit Kedah, Malaysia.
Foto fenomena unik tersebut berhasil direkam seorang penjual burger, Farizal Alimi, di Kampung Baru, Kota Sarang Semut, sekitar jam 2:15 pagi waktu setempat.
Menurut Farizal, garis cahaya bergerak berbentuk pilar kecil-kecil itu muncul selama 8 hingga 10 menit sebelum menghilang.
Dia menambahkan bahwa cuaca saat itu bagus setelah hujan di sore hari. Bahkan, tidak ada angin yang bertiup ketika fenomena itu terjadi.
Beberapa orang mungkin akan mengaitkan fenomena unik di hari pertama bulan Ramadhan ini dengan hal-hal berbau gaib.
Padahal fenomena tersebut merupakan fenomena alam biasa yang kebetulan terjadi di hari pertama bulan Ramadhan tahun ini.
Hasil foto yang diambil Farizal mirip dengan fenomena pilar cahaya atau tiang cahaya.

Pilar cahaya merupakan fenomena optik alami yang disebabkan pembiasan cahaya oleh kristal es yang tergantung di udara.
Menurut ahli meteorologi di AccuWeather David Samuhel, pilar cahaya dapat terjadi dalam cuaca yang tenang dan tidak berangin dalam suhu dingin.

" Biasanya, kristal es cukup kecil untuk tetap menggantung di udara dan hanya terbentuk ketika suhu dingin berada di bawah," tambah Samuhel.
Agar pembentukan kristal es terjadi, kondisinya harus bertekanan tinggi tanpa angin. Ini karena angin dapat merusak pembentukan pilar dengan angin dan curah hujan.
Dia menambahkan, kristal es bisa membiaskan cahaya dari daratan seperti lampu jalan atau lampu perahu nelayan di lautan. Warna pilarnya bahkan bergantung pada sumber cahaya yang terlibat.
Sumber: Siakapkeli.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya