Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Musisi Amerika Serikat (AS) DJ Black N Mild Meninggal Dunia Karena Terinfeksi Virus Corona (Foto: Spin/Facebook)
Dream - Musisi Amerika Serikat (AS) DJ Black N Mild meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, Covid-19. Dia dinyatakan positif mengidap virus itu pada Kamis, 19 Maret 2020.
Dilaporkan Spin, yang mengutip Nola.com, DJ bernama asli Oliver Stokes Jr, 44 tahun, merupakan satu dari dua orang yang meninggal di Louisiana.
Stokes sempat diketahui mengendarai parade truk Krewe of Crescent City di Mardi Gras. Dia berada di sisi kemudi penumpang saat melewati kilometer 49.
Stokes dikenal sebagai pemutar musik bouncing di New Orleans. Dia memiliki acara radio bounce paling awal yang didedikasikan untuk genre ini.
Acara itu, Bounce 104.5, mengudara sejak 2003 hingga 2005. Setelah meninggalkan New Orleans akrena Badai Katrina, DJ Black mengunggah kondisinya di Houston. Dia menjadi tuan rumah musik campuran untuk KHOU.
Baru-baru ini, Stokes menyelenggarakan program Rhythm and Bounce di stasiun New Orleans AM WBOK.
Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dinyatakan positif terjangkiti virus corona. Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan SWAB yang dijalankan RS Bogor Senior Hospital.
" Pada hari Kamis sore, kemarin tanggal 19 Maret 2020, Wali Kota Bogor Bima Arya telah menerima hasil tes SWAB yang menunjukkan positif Covid-19," ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, melalui keterangan tertulis, Jumat 20 Maret 2020.
Sri Nowo mengatakan berbagai protokol pencegahan Covid-19 sudah diterapkan kepada Bima dan jajaran Pemerintah Kota Bogor sejak mereka tiba dari luar negeri pada Senin malam, 16 Maret 2020. Seperti pengawasan ketat pada Orang Dalam Pemantauan (ODP), juga tes untuk memantau kemungkinan tertular.
" Selain Wali Kota Bogor, hasil tes juga menyatakan salah satu pejabat pemkot lain juga positif Covid-19, sedangkan tiga anggota rombongan yang lain dinyatakan negatif," kata Sri Nowo.
Usai dinyatakan positif, Bima dan pejabat yang dimaksud diisolasi di RSUD Kota Bogor terhitung sejak Kamis malam hingga 14 hari ke depan. Bima menjalani perawatan intensif sepenuhnya di RSUD tersebut.
" RSUD Bogor memang sejak jauh-jauh hari mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk mengantisipasi wabah Covid-19 di Kota Bogor," ucap dia.
Selanjutnya, Sri Nowo menjelaskan Bima sudah melaporkan kondisinya kepada Gubernur Jawa Barat, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Dalam Negeri. Bima meminta masyarakat untuk terus waspada, menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati.
" Pelaksanaan pemerintahan kota akan berjalan seperti biasanya, di bawah koordinasi Wakil Wali Kota, untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan, dengan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan pandemi virus corona lebih luas," terang Sri Nowo.
Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, resmi menjalani karantina mulai Selasa, 17 Maret 2020. Bima mengikuti instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.
" Saya ikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat," ujar Bima, dikutip dari Merdeka.com.
Bima mengaku sempat menjalani pemeriksaan suhu tubuh begitu mendarat di Indonesia. Hasil pemeriksaan menyatakan Bima dalam keadaan normal.
" Tapi untuk antisipasi tetap saya harus dipantau," kata Bima.
Selama 14 hari ke depan, Bima melaksanakan tugas dari rumahnya. Dia terus memonitor kondisi Kota Bogor dan memberikan arahan kepada dinas, camat hingga lurah melalui teleconference.
" Pak Gubernur sebetulnya meminita saya untuk ikut proaktif tes yang hasilnya bisa diketahui dalam 5-6 jam tanpa harus menunggu 14 hari. Jadi kalau hasil sudah ada, saya bisa turun lagi ke lapangan," kata dia.
Bima masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) karena baru bepergian ke Azerbaijan yang terdapat satu kasus positif infeksi virus corona. Dia kembali ke Kota Bogor pada Senin petang, 16 Maret 2020.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan terdapat 30 orang ditetapkan dalam pemantauan. 20 orang dinyatakan sehat dan melewati masa inkubasi, sementara sisanya masih dalam pemantauan.
" Termasuk lima ODP baru yang baru kembali dari Azerbaijan, salah satunya Pak Wali Kota," kata Retno.
Sementara, ada satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP), diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan kasus positif virus corona. Saat ini, pasien tersebut dalam pengawasan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Tanah Sareal.
Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya