Muslim Lindungi Warga dari Aksi Teroris dalam Bus

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 26 Desember 2015 16:03
Muslim Lindungi Warga dari Aksi Teroris dalam Bus
Saat teroris meminta seluruh penumpang bus berkelompok, banyak umat Muslim yang menolak untuk mengikuti permintaan penumpang itu.

Dream - Dua orang tewas setelah terduga kelompok teroris menembaki kendaraan yang melintas di Mandera, Kenya Utara. Namun, jumlah korban tewas bisa lebih tinggi jika bukan karena tindakan sekelompok Muslim pemberani.

Saksi mata mengatakan bahwa teroris, diyakini dari kelompok Al-Shabab, memerintahkan orang-orang di bus untuk memisahkan diri menjadi kelompok-kelompok. Tetapi penumpang Muslim menolak tuntutan mereka.

" Mereka mencoba untuk memisahkan yang Muslim dan non-Muslim. Mereka mengatakan kepada yang Muslim untuk kembali masuk ke kendaraan," kata Wakil Komisaris Mandera County, Julius Otieno, dikutip Dream dari Metro.co.uk, Rabu, 23 Desember 2015.

Sementara itu, Gubernur Mandera Ali Roba mengatakan penduduk lokal setempat menunjukkan rasa patriotisme dan persatuan dengan menantang kelompok Al-Shabab. Warga setempat mengancam kelompok Al-Shahab harus membunuh mereka semua atau tidak mengganggu mereka sama sekali.

" Hal ini memaksa militan meninggalkan para sandera dengan terburu-buru karena takut pembalasan oleh penduduk dari desa-desa di dekatnya," tambah Ali Roba.

Koordinator wilayah Kenya Mohamud Saleh mengatakan tiga orang juga terluka dan satu penumpang tewas dalam serangan fajar tersebut. Para pemberontak kemudian menembak sebuah truk yang berada di belakang bus dan menewaskan satu penumpang.

Dia mengatakan pengemudi dua kendaraan itu terus melaju untuk menghindari korban tewas dan cedera yang lebih banyak.

Kenya telah mengalami gelombang serangan balasan oleh Al-Shabab, yang terkait dengan Al-Qaeda. Aksi dilakukan sebagai balas dendam karena Kenya mengirim pasukan ke Somalia untuk memerangi kelompok militan pada tahun 2011.

Sumber: metro.co.uk

Beri Komentar