Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aina Gamzatova (Foto: Al Jazeera)
Dream - Aina Gamzatova. Muslimah 46 tahun ini tengah menjadi buah bibir di Rusia. Sebab, melalui akun Facebook, dia mengumumkan diri akan menjadi penantang Vladimir Putin pada pemilihan presden yang dihelat Maret mendatang.
Laman Al Jazeera melaporkan, ratusan pendukung Gazatova berkumpul di ibu kota Dagestan, Makhachkala, pada Sabtu, 31 Desember 2018.
Gamzatova merupakan pemimpin grup media Muslim terbesar di Rusia, Islam.ru. Media tersebut terdiri dari televisi, radio, dan gerai cetak, menulis buku tentang Islam.
Gamzatova merupakan istri dari Akhmad Abdulaev, mufti Dagestan. Sebelumnya, dia bersuami Pemimpin Muslim, Said Muhammad Abubakarov. Tetapi, Abubakarov meninggal pada 1998 karena mobilnya diledakkan teroris. Hingga saat ini pembunuh Abubakarov tak ditemukan.
Pencalonan Gamzatova menjadi pembahasan hangat di Komunitas Muslim Rusia. Beberapa orang menganggap pencalonan itu telah melangkahi jejak suaminya, sementara yang lain memuji tekadnya.
" Bagaimana dengan ajaran moral bahwa seorang wanita tidak bisa meninggalkan rumahnya tanpa suaminya?" kata seorang warga Muslim Rusia, Patimat Ibragimova.
Sementara, mualaf yang bekerja di Moskow, Aisha Anastasiya Korchagina, mengatakan, langkah Gamzatova patut diapresiasi.
" Dia cukup berani untuk menggunakan hak politiknya, yang diberikan kepada setiap warga negara Rusia, mencalonkan diri sebagai presiden, dia cukup berani untuk menjalankan sebuah kampanye pemilihan yang layak," ucap Korchagina.
Sejauh ini, pernyataan Gamzatova hanya muncul dari deklarasi pencalonannya pada Pilpres Rusia 2018.
" Ada ungkapan yang bagus, 'Sebuah rumah yang terkotak-kotakan, tidak akan berdiri'," tulis Gamzatova di Facebook.
" Negara kita, Rusia, adalah rumah kita, dan jika kita membagi diri kita menjadi Muslim dan Kristen, penduduk asli Kaukasus dan Rusia, pemerintah negara kita tidak akan ada."
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya