Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Para Pengungsi Rohingya Di Kamp Penampungan (Channel News Asia)
Dream - Pemerintah Myanmar menyatakan siap menerima kembali para pengungsi Rohingya. Pernyataan itu disampaikan Menteri pada Kantor Penashat Negara Kyaw Tint Swe, membacakan pernyataan Penasehat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi di Dhaka pada Senin malam waktu setempat, 2 Oktober 2017.
Pernyataan ini seperti mengulang apa yang sudah disampaikan Suu Kyi beberapa waktu lalu. Suu Kyi berjanji menerima kembali para pengungsi Rohingya, namun harus diverifikasi terlebih dulu.
"Mereka akan dipulangkan berdasarkan kriteria yang telah disepakati pada 1993, ketika puluhan ribu etnis Rohingya dipulangkan," kata Kyaw, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 3 Oktober 2017.
Kesepakatan yang dimaksud oleh Kyaw yaitu kesepakatan yang terjalin antara Myanmar dengan Bangladesh. Melalui kesepakatan tersebut, hampir seperempat juta etnis Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh dipulangkan ke Myanmar.
"Isu bersama harus antara dua negara harus dipecahkan secara bilateral, dengan cara yang damai, dan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak," ucap Kyasw.
Pernyataan ini juga muncul setelah kunjungan PBB ke sejumlah titik pengungsian uang tersebar di kawasan perbatasan antara Myanmar dengan Bangladesh beberapa hari lalu. Dalam kunjungan tersebut beberapa hari lalu, PBB mendesak dibukanya akses bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi.
© Dream
Pernyataan Pemerintah Myanmar tersebut justru diragukan oleh para pengungsi Rohingnya. Sebabnya, berulang kali janji manis diucapkan Pemerintah Myanmar, namun tetap berujung penderitaan bagi Muslim Rohingya.
"Jika mereka memperlakukan kami secara setara, kami mungkin akan kembali," kata salah satu pengungsi Rohingya, Mohammad Amin.
Amin tiba di Bagladesh pada hari Minggu lalu. Selama berhari-hari, dia mengarungi lautan bersama saudaranya menggunakan kapal reyot.
Hal serupa juga disampaikan oleh pengungsi lain, Nurul Amin. Dia yang setiap hari bekerja sebagai buruh terpaksa melarikan diri lantaran mendapat ancaman dari segolongan umat non-Muslim Myanmar.
"Jika mereka menerima kami sebagai Rohingya, dan mengatakan kami tidak akan disakiti, kami akan pulang," kata Nurul.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS