Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Agensi/hmetro.com.my)
Dream - Seorang gadis remaja Palestina ditahan setelah videonya menampar tentara Israel di Tepi Barat, menjadi viral di Internet.
Video yang diyakini diambil pada hari Jumat lalu, menunjukkan dua gadis remaja Palestina mendekati dua tentara Israel.
Mereka kemudian menyerang, menendang dan menampar tentara Israel sambil merekamnya dengan menggunakan ponsel.
Insiden tersebut terjadi di dekat rumah salah satu remaja itu yang dikenal dengan nama Ahed Tamimi, 17 tahun, di Desa Nabi Saleh di Tepi Barat.
Kemarin tentara Israel menggerebek rumah Ahed dan menangkapnya, kata ayahnya, Bassem Tamimi.
© Dream
Tentara Israel juga menyita ponsel, komputer serta peralatan elektronik lainnya.
" Mereka tidak mengatakan alasan mengapa anak saya ditangkap," kata Bassem.
Keluarga Ahed adalah aktivis yang sangat kuat dalam melawan pendudukan tentara rezim di Tepi Barat.
Sebuah foto memperlihatkan Ahed kecil yang menggigit lengan tentara yang berusaha menangkap saudaranya. Foto tersebut menjadi simbol untuk menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.
Seorang anggota keluarganya, Mohammed, dilaporkan dirawat di sebuah rumah sakit setelah ditembak di kepala dengan peluru karet Jumat lalu.
(Sumber: hmetro.com.my)
© Dream
Dream - Serdadu pasukan elite Israel dari brigade Golani menceritakan pertempuran pertama mereka di Syujaeyah, timur sebelah timur kota Gaza, kepada koresponden koran Maarev dikutip Dream.co.id dari laman InfoPalestina, Sabtu 16 Agustus 2014.
Serdadu itu mulai menguraikan apa yang mereka alami selama di Syujaeya. Mereka melihat semua yang ada di Syujaeyah seperti neraka jahanam.
Para pejuang Gaza telah menunggu di Syujaeyah. Mereka menembaki tentara Israel. Pertempuran pun terjadi dalam waktu cukup lama. Dalam pertempuran itu, serdadu Israel kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya.
Pada malam pertama operasi, mereka menyerbu sebelah timur Syujaeyah, khususnya wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun mereka mendapat perlawanan dari para pejuang Gaza. " Kami ditembaki dengan senjata ringan, ada juga senjata otomatis dan roket RGB" .
Sejumlah perwira Zionis mengatakan, mereka memerangi pasukan perlawanan yang tidak 'kelihatan'. Para prajurit Gaza datang dan pergi dari tempat dan ke tempat yang mereka tidak ketahui. Mereka masuk satu terowongan dan keluar dari terowongan yang lain.
Serdadu yang lain mengatakan, ia beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang dianggap kosong. Namun ternyata di dalamnya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadi baku tembak. " Akhirnya kami melarikan diri yang bisa melarikan diri sementara yang lainya mati terbunuh" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya