Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Baju Putih, Saat Peluncuran Alquran Bahasa Daeran (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Dream - Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manjemen Organisasi, Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama (Kemenag) kembali meluncurkan Alquran terjemahan bahasa daerah. Bahasa yang digunakan dalam Alquran terjemahan kali ini adalah Ambon Melayu, Bali, dan Banjar.
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, mengatakan peluncuran ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat daerah memahami makna yang terkandung dalam Alquran. Apalagi, masih banyak Muslim di Tanah Air yang tidak memahami Bahasa Indonesia.
" Untuk memberikan pelayanan keagamaan, terutama masyarakat Muslim yang tidak akrab dengan bahasa Indonesia," kata Lukman di Gedung Kemenag, Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.

Selain itu, kata Lukman, tujuan lain diterbitkannya Alquran ini yaitu untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah yang kini semakin terkikis.
" Ketika bahasa daerah dilekatkan sebagai bentuk terjemahan dalam bentuk kitab suci, maka secara tidak langsung bahasa daerah ikut terjaga," ujar dia.

Lukman berujar hingga 2017, pihaknya telah meluncurkan 12 Alquran terjemahan bahasa daerah yakni Sasak (Nusa Tenggara Barat), Kaiii (Sulawesi Tenggara), Makassar (Sulawesi Selatan),Toraja (Suiawesi Tengan), Bolaang Mongondow (Suiawesi Utara).
Kemudian ada Batak Angkola (Sumatera Utara) Minang (Sumatera Barat), Banyumasan (Jawa Tengah) Dayak (Kalbar), Ambon (Provinsi Maluku), Bali (Provinsi Bali), dan Banjar (Provinsi Kaiimantan Selatan). (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya