Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penjaga Sekolah
Dream - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kerajaan Arab Saudi menolak permintaan Departemen Pendidikan untuk menyewa ribuan penjaga sekolah negeri dan swasta. Alasannya, budget yang mereka ajukan terlalu mahal. Disebutkan angkanya mencapai 4 miliar riyal atau sekitar Rp 12,17 triliun. Wow !
Kementrian Keuangan beralasan tidak ada dana tersebut dalam anggaran pendidikan dan Kementerian Layanan Sipil. Arab Saudi diperkirkan membutuhkan sekitar 60 ribu penjaga sekolah, baik laki-laki dan wanita, untuk 33 ribu sekolah.
Namun usaha-usaha untuk meyakinkan Kemenkeu terus diupayakan. Departemen Pendidikan di bawah Pangeran Faisal bin Abdullah telah mengajukan proposal yang komprehensif terkait usulan menyewa penjaga sekolah.
Disebutkan sekolah perlu penjaga untuk melatih kedisiplinan para siswa, terutama di awal dan akhir kelas setiap harinya. Para penjaga sekolah itu juga akan mengawasi siswa di kafetaria.
Selain itu, penjaga sekolah juga berguna untuk memantau siswa agar tidak melakukan hal-hal buruk. Diantaranya pelecehan seksual, pertukaran video yang tidak pantas, atau transaksi obat-obat terlarang.
Pangeran Khaled bin Abdullah bin Saud, ketua komite pendidikan tinggi mengatakan Departemen Pendidikan sangat membutuhkan penjaga keamanan yang berkualitas untuk menjaga kenyamanan dan keamanan siswa dan staf sekolah. Hal itu juga dibutuhkan di universitas di negara ini.
" Memang tidak diragukan lagi program ini membutuhkan anggaran besar mulai dari pelatihan, pengawasan, tindak lanjut dan kontrol," katanya seperti dikutip Zawya, Sabtu, 17 Mei 2014.
Di sisi lain, Departemen Pendidikan harus bisa memberikan angka pasti dari kebutuhan penjaga sekolah ini. Tidak hanya itu, institusi pendidikan ini juga harus mampu menjelaskan kualifikasi yang dibutuhkan dan detail biayanya.
Khaled mengatakan program ini merupakan bagian dari pengembangan sekolah-sekolah di Arab Saudi. Meliputi perbaikan kurikulum, pengembangan gedung sekolah, dan pemeliharaan peralatan sekolah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya