Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pameran Ekonomi Syariah Di Dubai
Dream - Besarnya kue bisnis syariah membuat negara-negara muslim berlomba-lomba menggaet investor dari berbagai dunia. Setelah Rusia, kini Pakistan berencana menggelar Konferensi Halal Internasional dan Expo 2014 ke-3 di di International Expo Centre, Lahore, India pada 22-23 Mei 2014.
Wakil Rektor Universitas Kedokteran Hewan dan Ilmu Hewan (UVAS) Prof Dr Talat Naseer Pasha mengatakan konferensi ini merupakan kerjasama UVAS dan Badan Pembangunan Halal Punjab (PHDA).
Lewat ajang ini, Pakistan berharap bisa memperkenalkan produk halalnya ke pasar internasional sekaligus melakukan pelatihan teknis sumber daya manusia profesional yang bekerja di industri halal lokal.
Produk halal Pakistan selama ini diklaim cukup populer dan memiliki kualitas terbaik di seluruh dunia. Sayangnya, pemasaran dan branding produk halal tersebut masih belun tergarap maksimal.
Pasha berharap, kegiatan ini akan membantu para pelaku bisnis halal Pakistan mengakses pasar internasional. Lebih dari 30 importir daging internasional dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Malaysia, Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Oman, dan Bahrain akan berpartisipasi dalam konferensi dan pameran di Lahore ini.
Selain seminar dan pameran, Konferensi Halal Internasional dan Expo 2014 juga akan diisi dengan lokakarya satu hari yang akan menampilkan para pakar industri halal.
UVAS sebagai universitas yang fokus pada pengembangan ternak telah memproduksi para profesional yang amat dibutuhkan dalam industri halal. Dengan fokus pada daging halal, UVAS baru-baru ini mendirikan Departemen Sains dan Teknologi yang khusus meneliti daging untuk memenuhi kebutuhan industri di bidang pengolahan daging modern dan higienis.
Prof Pasha juga mengatakan kurangnya pekerja trampil adalah kendala untuk menghasilkan potongan daging berkualitas yang berharga untuk pasar saat ini dan masa depan. Di masa depan, pengembangan tenaga kerja terampil akan menjadi tantangan yang berkelanjutan, membutuhkan berbagai macam pendekatan untuk mengatasinya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya