Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani
Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel) Reda Manthovani menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman antara seluruh Kejaksaan Negeri di Bangka Belitung dengan Pemerintah Daerah setempat. Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pengawasan dan pengamanan dana desa serta pemberdayaan masyarakat melalui sistem Real Time Monitoring Village Management Funding.
Dalam sambutannya, JAM-Intel menyebut kerja sama ini sebagai langkah nyata mendukung visi-misi pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya terkait kemandirian pangan dan ketahanan nasional berbasis desa. Ia mengutip pernyataan Presiden Prabowo: “ tidak ada peradaban yang bisa hidup tanpa pangan, tidak ada negara bentuk apa pun yang bisa berdiri tanpa pangan.”
“ Desa adalah ujung tombak pelaksanaan berbagai program pembangunan nasional, termasuk penyaluran dana desa. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara terstruktur, transparan, dan berbasis data,” tegas JAM-Intel.
Ia juga mengingatkan soal tingginya angka penyimpangan dana desa akibat kurangnya pemahaman hukum. Sepanjang 2024, tercatat 275 kasus hukum yang melibatkan kepala atau perangkat desa terkait pengelolaan dana desa. Sementara, untuk tahun 2025, pemerintah telah menganggarkan dana desa sebesar Rp71 triliun—kenaikan signifikan yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.
Menanggapi hal ini, Kejaksaan melalui Direktorat II JAM-Intel telah meluncurkan Aplikasi Real Time Monitoring Village Management Funding yang sebelumnya diterapkan di Jawa Tengah, dan kini diadopsi di Bangka Belitung. Aplikasi ini membantu memetakan masalah, mengidentifikasi pengelola dana, hingga menindaklanjuti laporan masyarakat dengan cepat dan tepat.
JAM-Intel juga mengimbau seluruh Kejati dan Kejari di Indonesia untuk menyusun Nota Kesepahaman serupa di wilayah masing-masing, sebagaimana telah dilakukan Kejati Banten dan Kejati Bangka Belitung.
Pada kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan bantuan CSR dari PT Timah kepada sejumlah desa di Bangka Belitung. JAM-Intel menegaskan pentingnya mencatat dan melaporkan pemanfaatan dana CSR ke dalam aplikasi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Menutup sambutannya, JAM-Intel menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang berperan dalam terlaksananya Nota Kesepahaman ini, seraya berharap langkah ini menjadi pijakan menuju tata kelola desa yang lebih bersih dan berdaya.
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto, Direktur Utama PT Timah Tbk, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Kepala Kejati Bangka Belitung M. Teguh Darmawan, para Bupati, Walikota, serta Kepala Kejaksaan Negeri se-Bangka Belitung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya