Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Obesitas (abcnews.go.com)
Dream - Humood adalah orang Saudi berusia 48 tahun yang mengalami obesitas dan tidak bisa bergerak atau berjalan. Selama tiga tahun terakhir, dia tidak bisa keluar rumah.
Humood bahkan tidak bisa memegang apa-apa, jarang berbicara dan terus berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan dia, harian Al-Hayat melaporkan dikutip Al Arabiya, Selasa 19 Agustus 2014.
Dokter yang menangani Humood di rumahnya bahkan sudah menyerah dengan mengatakan sakit Humood parah dan tidak bisa disembuhkan.
" Saya telah berada di atas tempat tidur selama tiga tahun akibat berat badan saya lebih dari 300 kg. Saya tidak punya anak atau istri dan saya tinggal sendirian di sebuah apartemen sewaan di bagian timur Riyadh," kata Humood.
Untuk bertahan hidup, Humood hanya mengandalkan uang pensiun yang tak seberapa. Dia harus membayar sewa apartemen SR20.000 (Rp63 juta) setiap bulan sementara pensiun Humood hanya SR1.700 (Rp5,3 juta) per bulan.
Pihak bank memotong SR500 (Rp1,5 juta) dari pensiunnya itu untuk membayar uang yang dipinjam untuk perawatannya.

Humood menghubungi Kementerian Kesehatan untuk mendapat perawatan dan meminta tim medis dari King Abdulaziz Medical City mengunjunginya.
Namun Medical City mengatakan Humood memiliki penyakit kaki gajah dan ia akan segera mati. Ia juga mengklaim tim menyuruhnya untuk tetap di rumah dan menunggu kematiannya.
" Saya juga menghubungi Departemen Sosial untuk memberi saya seorang pekerja yang akan membantu saya dengan tugas sehari-hari. Dan juga sebuah kursi roda agar saya bisa berkeliling di lingkungan sekitar. Tapi permintaan saya benar-benar diabaikan dan mereka tidak memberi perhatian atas kasus saya," keluhnya.
Dia mengatakan tetangganya telah menyewa seorang pekerja untuk membantunya.
Selain obesitas yang luar biasa, Humood juga penderita diabetes. Dia mengklaim seorang dermawan telah menghubungi rumah sakit di luar negeri mengenai kasusnya dan mereka telah diberitahu kasus Humood bisa diobati.
Humood mengatakan ia ingin Departemen Kesehatan untuk mengobati dia di dalam atau di luar negeri.
Nabil Hamdi dari King Abdulaziz Medical City mengatakan Humood menderita diabetes, tekanan darah tinggi dan masalah tiroid, dan kondisinya memerlukan operasi bedah dengan segera.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya