Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Michael Bambang Hartono Raih Medali Perunggu Di Cabor Bridge Asian Games 2018. (Foto: INASGOC)
Dream - Orang terkaya Indonesia, Michael Bambang Hartono, menyumbang prestasi bagi kontingen Indonesia di Asian Games 2018. Dia meraih medali perunggu di cabang olahraga bridge pada Minggu, 26 Agustus 2018.
Bambang bersama adiknya, Budi Hartono, kalah dari pasangan China di babak semifinal. Pasangan kakak beradik pemilik Grup Djarum dan BCA ini mencatatkan skor akhir 60-137, dikutip dari laman resmi asiangames2018.com.
Selain Bambang, Indonesia menerjunkan beberapa atlet bridge kategori supermix seperti Bert Toar Polii, 64 tahun, Frangky Karwur, 52 tahun, Jemmy Bojoh, 47 tahun, dan dua atlet wanita yaitu Conny Sumampauw, 43 tahun dan Rury Andhani, 34 tahun.

Medali perunggu juga diraih Indonesia pada kategori campuran pria. Para pemain yang telah berjasa yaitu Taufik Asbi, Lusje Bojoh, Robert Parasian, Joice Tuejeh, Bill Mondingir dan Ervita Lasut. Mereka juga kalah dari China.
" Lawan menunjukkan performa yang konsisten. Mereka adalah tim juara dunia wanita," ujar Hendra Railis, kapten tim bridge Indonesia.
" Tiga dari pemain pada tim campuran merupakan juara dunia 2017," lanjut Hendra.
Pada Asian Games ini, bridge merupakan olahraga yang pertama kali dimainkan. Ada enam medali emas yang disiapkan untuk para pemenang cabang olahraga ini.
Dream - Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali dalam ajang Asian Games 2018. Kali ini melalui cabang olah raga Karate. Melalui karateka Rifki Ardiansyah Arrosyiid, Indonesia meraih medali emas.
Rifki dari berhasil menggondol emas pada nomor kumite 60 kg. Dia naik ke podium tertinggi setelah mengalahkan karateka asal Iran, Amir Mahdi Zadeh, 9-7 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu 26 Agustus 2018.
Medali yang dipersembahkan oleh Rifki ini merupakan emas ke-11 bagi Indonesia pada Asian Games tahun ini. Rifki terlihat menangis haru saat prosesi pengalungan medali dan lagu Indoneesia Raya berkumandang.
Dalam perjalanan ke final, Rifki mengalahkan Siravit Sawangsri (Thailand, 5-1), Hu Chen (Tiongkok, 8-0), dan Lee Chun Ho (Hong Kong) 3-0.

Sementara, pada semifinal, Rifki menghadapi karateka Malaysia, Prem Kumar Selvam. Rifki sukses mengalahkan karateka asal negeri Jiran itu.
Kemenangan itu akhirnya mengantarkan Rifki menuju babak final dan berhadapan dengan karateka Iran, Amir Mahdi Zadeh.
Pada pertandingan akhir tersebut, sekali lagi Rifki menunjukkan keahliannya sebagai karateka dan membawa pulang medali emas Asian Games.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya