Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tujuh calon Bintara harus mendekam di penjara lantaran memalsukan dokumen persyaratan seleksi anggota Polri. Mereka diketahui memalsukan ijazah, Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) dan akta lahir untuk mendaftar seleksi anggota Polri.
Ketujuh orang itu berinisal SG, IP, CIM, LE, MFH, RH, ZP. Mereka rata-rata berusia 21-22 tahun.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan, mengatakan pelaku beralasan nilainya tidak memenuhi syarat seleksi. Sementara akta lahir dipalsukan karena usia mereka sudah melewati batas maksimal yang dipersyaratkan.
" Usia untuk jadi anggota Polri itu maksimal 21 tahun dan nilai rata-rata UN-nya di atas 6,0," kata Andi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu, 26 April 2017.
Andi berujar pelaku menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta untuk memalsu dokumen. Parahnya, langkah mereka mendapat dukungan dari keluarganya.
" Berdasarkan kesaksian mereka, untuk membuat ijazah, hasil UN dan akte kelahiran bisa mencapai Rp50-100 juta," ucap Andi.
Andi menjelaskan kasus tersebut terungkap berkat kerjasama Polri dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Polisi memastikan dokumen para pelaku palsu.
Ketujuh pelaku terancam Pasal 263 ayat 2 KUHP dan atau Pasal 266 ayat 2 KUHP tentang Pemalsuan Surat-Surat. Mereka diancam dengan pidana penjara selama tujuh tahun.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya