Ketidakpuasan Din Syamsuddin Terhadap Tuntutan 1 Tahun Ahok

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 26 April 2017 13:24
Ketidakpuasan Din Syamsuddin Terhadap Tuntutan 1 Tahun Ahok
Din khawatir hukum yang dipermainkan akan memicu ketidakpercayaan masyarakat.

Dream - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menganggap tuntutan jaksa bagi terdakwa dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai bentuk permainan hukum.

" Itu mempermainkan hukum. Kasat mata bertentangan dengan yurispridensi adat. Ini bukan soal karena ada seseorang yang dari agama tertentu, tidak. Ini negara berdasarkan hukum, harus ditegakkan," kata Din di Jakarta, Selasa, 25 April 2017.

Jaksa menuntut Ahok dihukum penjara selama 1 tahun, dengan masa percobaan selama 2 tahun. Menurut Din, jika hukum dipermainkan, akan muncul ketidakpercayaan di masyarakat.

" Kalau ada ketidakadilan hukum seperti itu, apalagi gelagat mempermainkan hukum, ini akan menimbulkan distrust, ketidakpercayaan pada hukum," ucap dia.

Din menegaskan dia menjadi salah satu orang yang mendorong agar para pakar segera bereaksi dalam kasus ini. Dia berharap keadilan benar-benar ditegakkan.

" Saya termasuk yang mendorong kita semua bereaksi, pakar-pakar hukum, tegakkan kebenaran, jangan sampai ada yang mempermainkan hukum," ujar Din yang menilai tuntutan yang diberikan pada Ahok terlalu ringan.(Sah)

Beri Komentar