Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pangeran Mohammad Bin Salman
Dream - Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman berbicara mengenai keberadaan Israel dan prospek kerja sama diplomatik Arab Saudi dan Israel.
"Warga Yahudi berhak untuk mengakui negara-bangsa, setidaknya bagian dari tanah air leluhur mereka," ucap Mohammad.
Pernyataan Mohammad muncul saat wawancara khusus dengan jurnalis The Atlantic Jeffrey Goldberg. Mohammad beralasan bahwa setiap orang, di manapun berada punya hak untuk hidup dengan damai.
"Saya percaya orang-orang Palestina dan Israel memiliki hak atas tanah mereka sendiri," ujar dia.
Dilaporkan Times of Israel, sesuai dengan proposal perdamaian kerajaan Arab Saudi, Mohammad mengatakan bahwa kesepakatan dengan Palestina merupakan prasyarat bagi hubungan kedua negara.
"Tetapi kita harus memiliki perjanjian damai untuk menjamin stabilitas bagi semua orang dan memiliki hubungan normal," kata dia.
Goldberg pun bertanya mengenai penolakan berbasis agama terhadap Isreal. Mohammad pun menjawab, "Kami memiliki keprihatinan mengenai nasib masjid suci di Yerusalem dan hak rakyat Palestina. Kami tidak memiliki keberatan terhadap orang lain."
Sementara itu saat ditanya mengenai anti-semitisme di Arab Saudi, Mohammad berkata,"Negara kami tidak punya masalah dengan Yahudi. Nabi kami Muhammad menikah dengan perempuan Yahudi. Nabi kami juga bertetangga dengan orang Yahudi. Kamu akan menemukan orang Yahudi di Arab Saudi datang dari Amerika, atau Eropa. Tidak ada masalah dengan Kristen, Muslim, dan Yahudi."
Israel dan Arab Saudi memang tidak memiliki hubungan resmi. Terlebih, Arab Saudi tak mengakui negara Yahudi.
Tapi, Israel telah mengisyaratkan hubungan gelap dengan Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Terutama ketika kedua negara berniat melawan Iran. Desas-desus tentang hubungan rahasia telah ditolak oleh para pejabat Saudi. Tetapi, seorang jenderal Saudi mengunjungi Yerusalem pada 2016 dan bertemu dengan para anggota parlemen Israel.
Para pejabat Saudi juga telah bertemu dengan para pejabat Israel pada beberapa kesempatan di depan umum. Arab Saudi bulan lalu mengizinkan Air India terbang menuju dan dari Tel Aviv melalui ruang udaranya. Namun ketentuan itu tak berlaku untuk maskapai milik Israel.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?