Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Zein Al Husein (www.streamworksint.com)
Dream - Pangeran Yordania, Zeid al Husein, terpilih menjadi Komisioner Tinggi Badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia terpilih secara aklamasi pada pemungutan suara yang dilakukan pada Senin kemarin. Dengan demikian, Zeid menjadi muslim sekaligus orang Arab pertama yang duduk di Badan HAM PBB itu.
" Saya akan menjadi komisioner tinggi pertama dari Asia dan dari kalangan muslim serta dunia Arab," kata Zeid dikutip Al Arabiyya, Selasa 17 Juni 2014. " Ini merefleksikan keinginan komunitas internasional untuk meningkatkan masalah HAM di Asia sebagaimana di belahan dunia lain."
Sebanyak 193 anggota Badan Umum PBB mendukung bapak tiga anak ini. Mereka langsung bertepuk tangan setelah Presiden Badan HAM PBB John Ashe memukul palu sebagai tanda pengesahan Zeid sebagai pejabat baru.
Zeid akan menggantikan Navi Pillay sebagai Komisioner Tinggi untuk empat tahun ke depan mulai 1 September. Dia menekankan pentingnya independensi Komisioner Tinggi Badan HAM PBB. Menurut dia, diperlukan kearifan dan koordinasi serta komunikasi tingkat tinggi dengan masyarakat sipil dan seluruh badan di bawah PBB.
Pria setengah abad ini merupakan seorang diplomat dan getol mengkampanyekan keadilan internasional. Di Yordania, dia mengabdikan diri selama lima tahun sebagai polisi gurun. Zeid pernah bergabung ke dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Yugoslavia mulai 1994 hingga 1996.
Selama karier diplomatiknya, lulusan Universitas Johns Hopkins pernah menjadi wakil negaranya di PBB dan menjadi duta besar di Amerika Serikat mulai 2007 hingga 2010. Peraih gelar Ph.D Universitas Cambridge ini juga menjadi salah satu kandidat Sekjen PBB dalam pemilihan tujuh tahun silam. Namun yang terpilih saat itu adalah Ban Ki-moon. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya