Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muzammil Hasballah Dan Fatih Seferagic
Dream - Ribuan manusia menyemut. Tribun Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi hampir terisi penuh. Semua berpakaian serba putih. Pria dan wanita, usia tua, muda, sampai anak-anak berbagi tempat di stadion yang baru direnovasi itu.
Sebuah panggung berselubung kain hitam berdiri megah di lintasan lari. Lima bangku berwarna merah berjejer rapi di atasnya. Tapi tak ada yang duduk. Hanya seorang pemuda berdiri mematung menggengam microphone.
Dia bergamis putih. Sehelai kain sorban melingkar di leher. Sepasang bendera Palestina terlukis di ujung sorban yang menjuntai di perut.
Pemuda itu bukan orang Indonesia. Wajahnya bule. Potongan rambut anak muda masa kini. Cambangnya memanjang, menempel sampai janggut tipisnya. Sementara kumisnya terukup tipis rapi.
“ Bismillahirrahmaanirrahiim….” Tiba-tiba kalimat basmalah mengalun dari mulutnya. Suaranya merdu. Menggema mengisi ruang stadion berkapasitas 30 ribu orang. Suasan mendadak hening. Terbius lantunan suara si pemuda.
Ayat demi ayat Surat Al-Fatihah mengalun. Tak cuma sekali, surat pembuka Quran itu diulang sampai empat kali. Tapi iramanya berbeda-beda. Dilantunkan dalam empat versi. Semua mengalun merdu.
" Amiinnn…..” stadion bergemuruh. Bagaimana tidak, lafal itu diucapkan ribuan orang. Merinding setiap orang yang mendengarnya.
Surat Al Fatihah ternyata hanya pembuka. Pemuda itu kembali mengucap basmalah. Membaca lagi surat Quran yang baru. Kali ini, ayat-ayat dari surat Al Mulk. Kembali telinga ribuan orang terbuai.
Ya, suara emas itu mengalun dari seorang pria bernama Fatih Seferagic. Semua pecinta Quran pasti tahu. Namanya terkenal. Suara merdu lantunan ayat Quran Fatih banyak didengar. Tengok saja laman sosial media. Ada 694 ribu orang menjadi pengikutnya.
Dan Minggu pagi, 13 November 2016, pria berdarah Bosnia itu hadir di Bekasi. Menjadi tamu khusus Olimpiade Pecinta Quran yang digelar komunitas One Day One Juzz. Pecinta Quran bisa mendengar langsung suaranya.
Kehadiran pria ini memang sudah dinantikan. Fatih muncul jadi sosok idola para pecinta Quran. Selain parasnya yang tampan, publik jatuh cinta pada suaranya. Alquran 30 juz dihafalkan di luar kepala.
******
Sejak usia sembilan tahun, ayat demi ayat Quran sudah melekat di kepala Fatih. Di usia itu faith sudah mulai belajar menghapal Alquran. Dididik di Islamic Society of Baltimore, Maryland, di bawah asuhan Syaikh Qari Zahid dan Qari Abid.
Di usia 12 tahun, 114 surat Quran sudah hapal di luar kepala.Tapi Fatih terlampau jatuh cinta pada Islam. Dia tak berpuas diri. Pemuda kelahiran 1995 ini melanjutkan belajar ilmu agama dengan menghafal hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 2010, dia masuk ke Bayyinah Dream Program untuk belajar bahasa Arab.
Fatih tak cuma pemuda yang berkutat dengan ilmu agama. Kehidupan sosial tetap dijalani. Dia adalah ketua Remaja Masjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas. Fatih juga penulis dalam situs Islam yang membahas permasalahan remaja, Muslim Youth Musing.
Dengan popularitasnya, Fatih tetaplah seorang pria biasa kelahiran Jerman. Sosoknya tak pernah berubah. Tetap rendah hati dan berpenampilan sederhana, apa adanya.
*****
Faith bukan satu-satunya pemuda pecinta Quran bersuara emas. Cobalah melongok ke Kota Kembang, Bandung. Di Masjid Salman, Institut Teknologi Bandung, pernah muncul satu nama. Muzammil Hasballah, begitu nama lengkapnya.
Usianya masih muda. Baru 23 tahun. Muzammil sering terlihat di masjid itu. Langganan menjadi imam sholat fardlu. Bacaan Quran Muzammil melantun merdu. Mambuat Jemaah yang menjadi makmum ikut terlarut.
Tak butuh waktu lama bagi pemuda asal Serambi Mekah ini meraih popularitasnya. Videonya saat menjadi imam viral di dunia maya. Disebar lewat youtube dan media social.
Bukan cuma di Indonesia. Kemerduan suara Muzammil menggelgar sampai membuat Imam Besar Masjidil Haram, Asy Syeikh Abdurrahman bin Abdul Aziz bin Muhammad As Sudais, kerap disapa Syeikh Abdurrahman As Sudais penasaran. Dia sampai meluangkan waktu mengunjungi Indonesia demi bisa bertemu dengan pemuda tersebut.
Tak jauh berbeda dengan sosok Fatih Seferagic, Muzammil juga aktif berdakwah lewat media sosial. Ia kerap mengunggah video-video murotal serta pesan-pesan sosial dengan tujuan menginspirasi banyak orang.
Fatih dan Muzammil hanya segelintir nama hafiz muda yang terlihat. Di luar sana, mungkin masih ada muslim dan musliman yang melantunan ayat Quran dengan suara merdunya. Namun dari suara emas mereka. umat muslim bisa merasakan Mukjizat terbesar Nabi Muhammad, Al Quran.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya