Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Stephen Hawking
Dream - Partikel Super (sebagian ilmuwan barat menyebut sebagai God Particle) yang ditemukan para ilmuwan pada 2012 memiliki kekuatan untuk menghancurkan alam semesta, demikian kata Profesor Stephen Hawking memperingatkan.
Fisikawan paling cerdas dan berpengaruh di dunia itu mengatakan, pada tingkat energi yang sangat tinggi Higgs boson atau biasa disebut Partikel Super bisa menjadi tidak stabil. Dan menyebabkan bencana besar sehingga tidak ada ruang dan waktu yang tersisa.
Namun Hawking mengatakan kemungkinan hal tersebut terjadi sangat tipis, karena para ilmuwan belum memiliki akselerator partikel yang cukup besar untuk menciptakan kondisi seperti itu.
Pernyataan Hawking itu tertuang dalam kata pengantar sebuah buku astronomi berjudul Starmus: 50 Years of Man in Space.
" Higgs boson memiliki potensi mengkhawatirkan karena menjadi tidak stabil pada energi di atas 100 miliar giga-elektron-volt (GeV)," tambahnya.
Dalam kondisi tersebut, lanjut Hawking, Partikel Super akan menciptakan gelembung vakum yang akan membesar dalam kecepatan cahaya dan menghancurkan seluruh alam semesta.
" Ini bisa terjadi kapan saja dan kita tidak tahu kapan bencana ini akan datang." Namun, Hawking mengatakan hal ini tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Dia menambahkan, akselerator partikel yang mencapai 100 miliar GeV akan lebih besar dari Bumi dan tidak mungkin bisa dibuat dalam iklim ekonomi seperti saat ini.
Potensi partikel Higgs boson yang bersifat menghancurkan itu sebenarnya merupakan sinyal bahaya: kehancuran alam semesta.
Partikel Higgs-Boson yang dibuat di laboratorium raksasa milik CERN, Large Hadron Collider, dianggap sebagai kunci untuk mengetahui asal usul semua materi di alam semesta.
Setelah ditemukan, Partikel Super menjadi senjata utama ilmuwan untuk menjelaskan mengapa semua benda mempunyai massa.
(Sumber: Ibtimes.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya