Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chief Operating Officer (COO) Sapto Anggoro Mewakili Merdeka.com Menerima Penghargaan
Dream - Selasa pagi, tanggal 9 bulan 9, bagaikan hari pamuncak bagi merdeka.com. Di atas panggung Asslembly Hall Hotel Bidakara, media kesayangan Anda ini meraih “ Journalist Award 2014” yang diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan.
Aura bahagia dan bangga menyeruak di kru kami, sebab merdeka.com meraih juara di kategori instutusi media online. Untuk media televisi dicapai KompasTV, kategori radio oleh SuaraSurabaya, dan kategori media cetak oleh Lombok Post. Kami dinilai sebagai media yang mendorong peningkatan kinerja akuntabilitas lembaga negara.
Capaian ini adalah diluar sangka. Ini adalah hasil yang optimal yang pernah kita raih. Sebelumnya, kami tidak berpikir untuk bekerja sekadar mengejar award. Namun, dengan penghargaan yang datang tanpa kita minta, tanpa kasak-kusuk, maka kerja keras tim merdeka.com (redaksi dan kru lainnya) telah memberikan jawaban : Bahwa kerja keras itu tak mengkhianati.
Penyelanggara award ini adalah lembaga Jawa Pos Institutue Pro-otonomi (JPIP) dan United State for International Development (US-AID) yang dipimpin oleh Rohman Budijanto. Sedangkan tim juri dipimpin oleh Komisioner Komisi Yudusial Imam Ansori Saleh, SH, MH.
Dalam kesempatan di panggung, semua peraih Journalist Award diminta memberikan statemen.Sebagai upaya untuk menjadi media kontrol, ternyata tidak sia-sia. “ Kami berterima kasih atas penghargaan ini, tapi kami tidak akan berhenti di sini untuk memberikan informasi yang bermakna bagi masyarakat Indonesia,” kata Sapto ketika memberikan sambutan.
Bagi merdeka.com, ini adalah penghargaan yang besar atas kerja keras seluruh kru. Ternyata, kerja keras selama ini diam-diam ada yang menilai. Tim juri terdiri dari lembaga-lembaga kredibel di bidang akuntabilitas publik, antara lain Komisi Yudisial, Komisi Ombudsman, Komisi Penyiaran, Komisi Informasi Publik, Kementerian Penertiban Aparatur Negara, Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (KUP4).
Masih Waras
Menurut Ketua Panitia Rohman Budijanto, penilaian terhadap pemenang dilakukan dengan dua model, usulan masyarakat dan pemantauan tim juri dan panitia seleksi. “ Pemberitaan Pilpres sangat penting bagi ujian media. Dan merdeka.com terlihat lurus dan masih waras,” kata Rohman.
Bila media lain banyak yang sudah melenceng ke calon tertentu, merdeka.com menurut Rohman menduduki posisi teratas dalam penilaian karena masih mengkritik yang layak dikritik dan mengangkat yang masuk akal. “ Dalam hal penulisan, terlihat kualitas dan memahami lembaga-lembaga publik. Serta memberikan kritikan yang konstruktif pada lembaga negara dalam hal akuntabilitas,” kata Rohman menambahkan.
Imam Ansori selaku ketua dewan juri menyampaikan, bahwa tim juri bekerja independen dan netral. " Kami memilih yang memang kredibel dan akuntable, baik dari sisi penulisan maupun institusional. Ada banyak faktor dan indikasi yang terukur," kata Imam. Acara ini kata Imam adalah untuk mendekatkan media pada institusi resmi dan sebaliknya, bahwa kinerja lembaga negara selalu dalam kontrol publik.
Komisioner KPI Fajar Ariefiyanto menilai, capaian ini sangat layak. " Kami perhatikan merdeka.com sangat progresive dalam memberikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Anda telah memberikan informasi yang kredibel dan layak diikuti," tukasnya singkat.
Akhir kata, tentu kami semua berterima kasih kepada pembaca yang smart yang selalu kritis dengan memberikan komentar yang patut, baik melalui jejaring socmed atau yang kirim email. Meski belum genap 3 tahun, dari award ini kita bisa tunjukkan, prestasi tak selalu berkaitan dengan usia lama (old school). Selamat dan terima kasih dukungannya. *** (merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya