Akhir Bahagia Pasangan Korban Persekusi Tangerang

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 20 November 2017 09:01
Akhir Bahagia Pasangan Korban Persekusi Tangerang
Mereka akan menikah di acara pernikahan massal yang digelar Polresta Tangerang.

Dream - Pasangan muda-mudi, R dan MA yang digerebek warga Cikupa, Tangerang, Banten pada Jumat 10 November 2017 dikabarkan akan melangsungkan pernikahan di awal Bulan Desember 2017.
 
" Iya betul mau menikah bulan depan," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Wiwin Setiawan kepada Dream, Jumat, 17 November 2017.
 
Wiwin mejelaskan, acara sakral itu akan dilaksanakan dalam kegiatan pernikahan masal yang diselenggarakan ibu-ibu Bhayangkari Polresta Tangerang.
 
" Kebetulan yang ngadain acara Bhayangkari Polresta Tangerang, bikin acara nikah massal. Salah satunya kita daftarkan pasangan itu," ucap dia.
 
Wiwin menjelaskan, saat ini sudah ada 104 pasangan calon pengantin yang sudah mendaftar untuk mengikuti acara nikah masal.
 
Selain itu, kata dia, kondisi kejiwaan R dan M sudah dalam kondisi normal.
  " (Kondisinya) Ya udah membaik," ujar dia.

 ...

1 dari 3 halaman

Persekusi Pasangan di Tangerang, Ini Dia Peran `Pak RT`

Dream - Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif melaporkan sudah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus penganiayaan dan penelanjangan pasangan R dan MA. Keenam orang itu yakni, ketua RT berinisial T, Ketua RW berinisial G, warga yang berinisial A, I, S dan N.

Dalam kasus ini, T memiliki peran yang paling menonjol karena diduga memprovokasi warga agar mengarak R dan MA.

" Justru ketua RT ini memprovokasi untuk memanggil warga dan justru memprovokasi agar dia memprovokasi silakan (berfoto) selfie," kata Sabilul di Tangerang, Banten, Selasa 14 November 2017.

T diketahui tidak memiliki pekerjaan. Sementara itu, ketua RW berinisial G bekerja di salah satu pabrik yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Sabilul menuturkan polisi saat ini fokus pada kasus penganiayaan terhadap pasangan tersebut. Polisi memastikan tidak ada bukti perbuatan asusila yang dilakukan oleh pasangan itu.

" Seandainya itu terjadi pada keluarga kita tentu itu tidak bisa diterima. Jadi yang dilakukan penggerebekan, terus diarak seperti itu tentu tidak lazim," ucap dia.

Keenam tersangka dijerat pasal 170 KUHP Juncto 335 KUHP dnegan hukuman di atas lima tahun penjara.

" (Enam) tersangka ditahan," kata dia.

(Sah)

2 dari 3 halaman

Praktik Persekusi di Masa Rasulullah

Dream - Praktik persekusi belakangan kian merebak. Para pelaku tidak bisa lagi menahan amarah, hingga mengabaikan adanya proses hukum. Dengan mudahnya penghakiman jalanan dijalankan tanpa tahu persoalan sebenarnya.

Orang pun semakin mudah memaksakan kehendaknya pada yang lain. Mereka yang dianggap berbeda terpaksa tunduk pada sekelompok orang seragam. Kebebasan pun semakin tidak diakui.

Persekusi merupakan perbuatan yang sudah lama ada. Bahkan di zaman Rasulullah Muhammad SAW, persekusi juga kerap terjadi. Rasulullah pun hadir untuk memberikan contoh agar umat Islam tidak membiarkan persekusi.

Dalam sebuah riwayat yang tercantum dalam kitab Shahih Muslim, praktik persekusi sempat terjadi dengan sasaran jenazah seorang Yahudi. Kala itu jenazah itu diantar ke makam dan lewat di hadapan Rasulullah. Rasulullah pun berdiri dan hendak memberikan penghormatan.

(Pernah terjadi) jenazah seorang Yahudi sedang lewat di hadapan Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berdiri. (Salah seorang sahabat berkata): " Ya Rasullah, itu adalah jenazah seorang Yahudi." Jawab Rasulullah SAW, " Bukankah ia (juga) seorang manusia?"

Dalam riwayat lain, Rasulullah didatangi Zaid bin Sa'nah yang kala itu belum memeluk Islam. Zaid hendak menagih utang kepada Rasulullah. Padahal belum jatuh tempo.

Saat didatangi Zaid, Rasulullah baru saja melaksanakan sholat jenazah bersama beberapa sahabat seperti Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Dengan raut muka kasar, Zaid langsung mencengkeram pakaian Rasulullah.

" Hei, Muhammad! Lunasi utangmu! Tak kusangka, keturunan Muthalin adalah orang yang suka menunda membayar utang!" kata Zaid.

Perlakuan Zaid kepada Rasulullah membuat Umar marah. Tetapi, Rasulullah dengan halus mencegahnya dan meminta Umar melunasi utang kepada Zaid. Bahkan, Rasulullah juga meminta Umar untuk memberikan kelebihan.

Tindakan Zaid yang kasar kepada Rasulullah dan marahnya Umar merupakan hulu dari persekusi. Jika kala itu dibiarkan, yang terjadi adalah permusuhan tanpa ujung.

Tetapi, hal itu bisa dicegah oleh Rasulullah yang bijaksana dan lembut. Rasulullah merelakan perbuatan kasar Zaid. Sikap itu justru mengantarkan Zaid memeluk Islam.

Selengkapnya...

 

3 dari 3 halaman

MUI: Islam Larang Persekusi

Dream - Ketua Umum Majelis Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin menegaskan, persekusi tidak boleh ada di Indonesia. Meski begitu, MUI belum berencana membuat fatwa mengenai persekusi.

" Ya kita lihat nanti, sekarang ini (fatwa) medsos dulu. Kita akan pertimbangkan tentang persekusi," ujar Ma'ruf di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin 5 Juni 2017.

Dia menjelaskan persekusi dilarang dalam Islam. Sebab, dalam Islam siapapun yang hidup dalam berbangsa dan bernegara, harus saling menghormati hubungan antar manusia dan hukum di negara tersebut.

" Menurut Islam tidak boleh main hakim sendiri, kan kita ada kesepakatan bahwa negara ini negara hukum. Kita orang Islam harus patuh melakukan kesepakatan itu. Persekusi tidak boleh," ucap dia.

Merespons kejadian yang terjadi akhir-akhir ini, dia menyarankan korban tindakan persekusi dapat segera meminta perlindungan dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi.

Dalam kesempatan itu dia juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tidak memerkusi warga lain.

" Persekusi tidak boleh ada di Indonesia, siapa saja pelakunya dari kelompok mana saja, tentu harus dilaporkan," kata dia. (ism)

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup