Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Hadi Matar, pelaku penikaman terhadap penulis novel The Satanic Verses, Salman Rushdie mengaku kaget korban yang diincarnya masih bisa selamat setelah insiden berdarah pada akhir pekan lalu.
" Ketika saya mendengar dia selamat, saya terkejut," kata Hadi Matar, dilansir dari Daily Star.
Diketahui, Rushdie (75), novelis asal India yang telah beralih kewarganegaraan menjadi warga negara Inggris, diserang di atas panggung di sebuah acara sastra saat hendak memberikan kuliah di Chautauqua Institution.
Rushdie dilaporkan mendapatkan beberapa tusukan di bagian tubuh setelah diserang Hadi Matar. Dalam hitungan kurang dari sehari, juru bicara pihak Rushdie mengatakan sang novelis sudah siuman bahkan bisa bercanda.
(Baca: Kabar Terkini Kondisi Salman Rushdie, Penghina Nabi SAW, yang Ditikam 15 Kali)
Polisi mengatakan bahwa dia ditikam sebanyak 10 kali di leher dan dada. Dia menderita kerusakan hati dan saraf di lengan dan matanya terputus.
Menurut laporan, Rushdie tetap dirawat di rumah sakit tetapi sekarang dapat berbicara dengan keluarganya.
Matar mengaku telah membaca beberapa halaman novel tersebut. Menurutnya, Rushdie adalah sosok yang menyerang Islam dan kepercayaan Muslim.
“ Saya membaca beberapa halaman. Saya tidak membaca semuanya dari depan ke belakang,” katanya.
Novel itulah yang membuat pemimpin revolusi Iran Ayatollah Ruhollah Khomenei mengeluarkan fatwa mati untuk Rushdie.
Matar mengaku memuji Ayatollah Ruhollah Khomeini yang mengeluarkan fatwa mati untuk Rushdie. Namun, dia tidak mengatakan apakah fatwa itu yang mengilhami serangannya.
“ Saya menghormati Ayatollah..Saya pikir dia orang yang hebat. Sejauh itu yang akan saya katakan tentang itu,” kata Matar.
Dia kemudian menyangkal bahwa dia telah melakukan kontak dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dia mengatakan dirinya pergi ke acara Rushdie setelah melihatnya diiklankan selama musim dingin.
“ Saya tidak suka orangnya. Saya tidak berpikir dia orang yang sangat baik. Saya tidak menyukainya. Saya tidak terlalu menyukainya," katanya
“ Dia adalah seseorang yang menyerang Islam, dia menyerang iman mereka, sistem kepercayaan," imbuh Matar.
Meskipun tidak banyak membaca tulisan Rushdie, Matar yang mengaku tidak bersalah atas tuduhan terhadapnya, mengatakan bahwa dia telah menonton kuliahnya di YouTube.
“ Saya melihat banyak kuliah. Saya tidak suka orang yang tidak jujur seperti itu," katanya.
(Sah, Laporan : Erdyandra Tri Sandiva Sitorus)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya