Kabar Terkini Kondisi Salman Rushdie, Penghina Nabi SAW, yang Ditikam 15 Kali

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya
Minggu, 14 Agustus 2022 11:15
Kabar Terkini Kondisi Salman Rushdie, Penghina Nabi SAW, yang Ditikam 15 Kali
Salman Rushdie diserang seorang pemuda saat menghadiri sebuah acara di New York, AS.

Dream - Salman Rushdie, novelis pembuat buku The Satanic Verses yang dianggap berisi penodaan agama dan menghina Nabi Muhammad SAW diserang seorang pria saat menghadiri festival di New York, Amerika Serikat.

Penyerang bernama Hadi Matar telah ditangkap pada Sabtu waktu setempat mengaku tak bersalah dalam upaya percobaan pembunuhan dan penyerangan tersebut.

Sementara agen Rushdie, Andrew Wylie menyampaikan kondisi kliennya sudah mulai membaik setelah alat pembantu pernapasan (ventilator) telah dicabut.

" Ia tidak menggunakan ventilator dan sudah bisa berbicara (dan bercanda) tulis Wylie di akun Twitternya, dikutip Dream dari theguardian.com.

Mengutip laman AP, Rusdhie ditikam di bagian leher dan perut yang dilakukan seorang pemuda ketika dirinya naik ke atas panggung untuk memberikan ceramah.

Akibat penyerangan, agen Rushdie mengatakan, kliennya mengalami kerusakan di bagian hati, saraf yang terputus di lengan, serta kemungkinan kehilangan penglihatannya.

1 dari 2 halaman

Pelaku bernama Hadi Matar (24) dari Fairview, New Jersey telah ditangkap dan sedang menunggu dakwaan. Lahir satu dekade setelah terbitnya buku kontroversial tersebut, Mayor Polisi Negara Bagian Eugene Staniszewski mengatakan motif penyerangan masih belum jelas.

Sementara seorang reporter AP yang menyaksikan penyerangan tersebut mengungkapkan Rushdie saat naik panggung di Chautaugua Institution diserang dan ditikam atau ditinju penyerang antara 10-15 kali saat diperkenalkan pembawa acara.

Dr Martin Haskell, seorang dokter yang termasuk di antara mereka yang bergegas untuk membantu, menggambarkan luka Rushdie sebagai " serius tetapi dapat dipulihkan."

Moderator acara Henry Reese, (73) salah satu pendiri organisasi yang menawarkan residensi kepada para penulis yang menghadapi penganiayaan, juga ikut diserang.

Reese menderita cedera wajah dan dirawat dan dibebaskan dari rumah sakit, kata polisi. Dia dan Rushdie dijadwalkan membahas Amerika Serikat sebagai tempat perlindungan bagi penulis dan seniman lain di pengasingan.

2 dari 2 halaman

Serangan horor yang dialami Rushdie turut menjadi perhatian presiden AS, Joe Bidden. Dia memuji Rushdie karena menolah untuk diintimudasi atau dibungkam. Bidden juga mendukung upaya penulis dalam menyarakan kebenaran, keberanian dan ketahanan.

" Ini adalah blok bangunan dari setiap masyarakat yang bebas dan terbuka. Dan hari ini, kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap nilai-nilai Amerika yang mendalam dalam solidaritas dengan Rushdie dan semua orang yang membela kebebasan berekspresi,” kata presiden yang juga mengatakan dirinya “ terkejut dan sedih mengetahui serangan ganas itu”.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengutuk keras serangan pada Sabtu malam tersebut. “ Penolakan internasional terhadap tindakan kriminal semacam itu, yang melanggar hak dan kebebasan fundamental, adalah satu-satunya jalan menuju dunia yang lebih baik dan lebih damai,” cuit Borrell .

Beri Komentar