Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (skysport.com)
Dream - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, turut bereaksi atas keputusan pesepakbola Mesut Ozil yang memilih hengkang dari Tim Nasional Jerman. Erdogan membela Ozil dengan menyebut perlakuan yang diterima atlet Jerman berdarah Turki itu sepenuhnya tak bisa diterima.
"Pendekatan rasis seperti itu karena agamanya, kepada pemuda yang telah memberikan segalanya untuk timnas Jerman, berkontribusi pada kesuksesan, sepenuhnya tidak bisa diterima," ujar Erdogan dikutip dari Sky Sport, Rabu 25 Juli 2018.
Kecaman Erdogan dikuatkan oleh pernyataan Presiden Federasi Sepakbola Turki, Yildirim Demiroren. Dia memberikan dukungan penuh terhadap Ozil.
"Saya mengutuk perlakuan, ancaman, dan pesan memalukan yang dikirimkan kepadanya (Ozil) karena asal-usulnya," kata Demiroren.
Dia menegaskan setiap pemain harus dilindungi dari segala bentuk pesan memalukan, tindakan diskriminasi, dan kebencian. "Seluruh anggota komunitas sepakbola internasional harus bersatu untuk menghancurkan rasisme dan intoleransi, ini harus terus diperjuangkan tanpa lelah," ucap dia.
Perlakuan yang diterima Ozil serta keputusannya untuk tidak lagi membela timnas membuat rakyat Jerman terpecah.
Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness mengecam keputusan itu dan menyebut Ozil sebagai sosok yang lemah. Dia menambahkan pemain 29 tahun itu telah "bermain kotor selama bertahun-tahun."
Agen Ozil, Erkut Sogut, membantah ucapan Hoeness. Dia menyebut komentar Hoeness tidak ada hubungannya dengan sepakbola.
"Untuk mengalihkan perhatian dari isu yang sebenarnya, isu tentang rasisme dan diskriminasi di Jerman," kata Sogut.
Keputusan hengkang dari timnas Jerman diambil Ozil pada Minggu kemarin. Ozil mengaku mendapat perlakuan rasis dari beberapa pejabat federasi sepakbola Jerman lantaran berfoto dengan Presiden Erdogan.
Dia juga kerap dijadikan kambing hitam atas kekalahan timnas Jerman, terutama pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Padahal, Ozil telah berjasa mengantarkan timnas Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 lalu.
Advertisement


Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan


Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
