Menkes Pertimbangkan Opsi Penggunaan PeduliLindungi Tanpa Lewat Ponsel

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 14 September 2021 09:01
Menkes Pertimbangkan Opsi Penggunaan PeduliLindungi Tanpa Lewat Ponsel
Masih banyak masyarakat Indonesia tidak memiliki akses ke ponsel.

Dream - Pemerintah membuka opsi penggunaan aplikasi PeduliLindungi tanpa melalui ponsel. Opsi ini untuk memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki ponsel agar tetap dapat beraktivitas di tengah pandemi.

" Kami memikirkan bagaimana PeduliLindungi bisa digunakan tanpa smartphone," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi mengungkapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi saat ini hanya bisa digunakan oleh masyarakat yang memiliki ponsel. Sistem PeduliLindungi sudah diterapkan untuk beberapa aktivitas publi seperti syarat perjalanan jarak jauh baik dengan pesawat maupun kereta api.

Selain itu, PeduliLindungi sudah terintegrasi dengan sistem check-in pesawata maupun layanan pemesanan tiket online. Sehingga ketika melakukan perjalanan, masyarakat tidak perlu membuka aplikasi PeduliLindungi.

" Jadi, begitu pertama kali yang bersangkutan pesan tiket atau check-in, otomatis tanpa buka handphone, oleh aplikasi Traveloka, tiket.com, atau aplikasi check-in pesawat akan dicek ke PeduliLindungi mengenai status vaksinasi dan juga hasil lab PCR-nya," kata Budi.

Ke depan, kata Budi, pihaknya akan mengembangkan sistem tersebut agar bisa diakses pengguna tanpa dengan ponsel. Ini agar masyarakat yang tidak memiliki ponsel tetap dapat mengakses aplikasi tersebut.

" Hal-hal seperti itu yang nanti akan kami teruskan agar bisa mempermudah pemakaian PeduliLindungi untuk daerah-daerah yang penetrasi smartphone-nya belum maksimal," terang dia, dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 4 halaman

Waduh! 3.161 Orang Positif Covid-19 Pernah Terdeteksi Masuk Mal

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengaku terkejut saat mendapat laporan terkait pengguna aplikasi PeduliLindungi yang masuk kategori hitam. Warga yang seharusnya menjalani isolasi di rumah itu ternyata masih banyak yang berkeliaran di tempat publik. 

Budi mengungkapkan sebanyak 3.830 pengguna berstatus hitam dan positif Covid-19 ternyata masih banyak yang berjalan-jalan ke area publik atau menggunakan fasilitas umum.

" Kita bisa lihat suprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam, hitam itu artinya positif Covid-19 tapi masih jalan-jalan," ujar Budi saat rapat dengan Komisi IX DPR, Senin, 13 September 2021.

Dari laporan yang diterima Kemenkes diketahui sebanyak 3.161 berkategori hitam tercatat pernah tercatat melakukan pemindaian kode QR aplikasi PeduliLindungi di pusat perbelanjaan atau mal. 

Sementara 43 orang tercatat pernah masuk Bandara, 63 orang naik kereta, dan 55 orang masuk restoran.

Dia sangat menyesalkan masih ada masyarakat yang terbukti positif COvid-19 dan seharusnya menjalani isolasi masih tetap berkeliaran di ruang publik. 

 

2 dari 4 halaman

"Harusnya Stay di Rumah Atau Isoter"

" Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid-19 yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat," kata dia.

Lebih lanjut, Budi mengatakan seluruh aktivitas pengguna positif Covid-19 telah terdeteksi. Selanjutnya, pihaknya segera mengambil tindakan tegas dengan memaksa para pengguna tersebut melakukan isolasi.

" Kita bisa lacak mereka dan memastikan segera kita ambil untuk kita lakukan isolasi," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 4 halaman

1.603 Pengguna PeduliLindungi Berstatus Hitam Masih Berkeliaran di Luar Rumah

Dream - Pemerintah telah menambahkan warna hitam pada sistem deteksi di aplikasi PeduliLindungi. Warna ini digunakan untuk menandai pengguna yang dinyatakan positif Covid-19 maupun kontak erat.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan jumlah masyarakat yang melakukan skrining pada aplikasi PeduliLindungi mencapai 21 juta untuk berbagai aktivitas hingga 5 September 2021.

Dari jumlah tersebut sebanyak 761 pengguna terdeteksi dengan warna merah sehingga sistem tidak membolehkan masuk.

" Juga terdapat 1.603 orang yang positif dan kontak erat yang mencoba lakukan aktivitas publik," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Terkait masih banyaknya warga berstatus merah dan hitam yang berkeliaran, Luhut menegaskan akan ada tindakan tegas. Para pengguna yang terdeteksi dengan warna hitam dan masih ada di ruang publik akan dibawa ke fasilitas isolasi terpusat.

 

4 dari 4 halaman

Jamin Data Pengguna Aman

Sementara terkait data, Luhut menjamin sistem PeduliLindungi aman digunakan. Tidak ada kebocoran data pengguna.

" Pemerintah menjamin keamanan data tersebut, dan saat ini penyimpanan data dilakukan Kemenkominfo dan pengamanan dibantu Badan Siber," ucap Luhut.

Lebih lanjut, Pemerintah terus meningkatkan sistem pengamanan pada aplikasi PeduliLindungi.

" Pemerintah akan terus mengambil langkah perbaikan agar aplikasi PeduliLindungi semakin baik," ucap Luhut.

Beri Komentar