'Jangan Lengah dari Anak Krakatau'

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 4 Januari 2019 14:03
'Jangan Lengah dari Anak Krakatau'
Ada wilayah ekonomi dan wisata strategis yang harus dilindungi.

Dream - Vulkanolog, Surono atau akrab disapa Mbah Rono, meminta pemerintah jujur soal pengadaan alat pendeteksi tsunami. Dia mengatakan, alat tersebut bertanggung jawab atas ribuan nyawa dan wilayah ekonomi strategis.

" Ini kita bicara nyawa, alam itu harus jujur mari kita hadapi dengan kejujuran," ujar Mbah Rono di Jakarta, Kamis, 3 Januari 2018.

" Misal, ini daerah vital dan strategis ini (Lampung dan Banten) pemerintah ini masang alat pemantau Gunung Anak Krakatau enggak? Kita tanya juga di daerah vital itu pemerintah memasang alat tsunami early  warning  system tidak?" ujar dia.

Mbah Rono menegaskan, alat untuk memantau kondisi Gunung Anak Krakatau itu tidak boleh mati. Dia juga menyarankan pergantian detektor tsunami yang rusak atau mati.

" Kenapa ngga boleh mati, dua pulau Sumatera Selatan dan Banten itu tempat wisata strategis, terus bergeser sedikit Cilegon itu industri. Ini wilayah vital ngga boleh lengah Anak Krakatau," ucap dia.

 

1 dari 1 halaman

Jawaban BMKG

Kepala Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly mengatakan, alat pendeteksi tsunami tidak memberikan informasi peringatan dini pada 22 Desember 2018.

Dia beralasan, alat itu hanya mendeteksi tsunami karena gempa tektonik, bukan tsunami karena longsoran material Gunung Anak Krakatau.

" Kalau untuk deteksi longsor itu teman-teman di Badan Geologi. Karena kan memang mereka kan pusat vulkanologi, yang mengurus gunung api," kata Sadly.

Sadly menjelaskan, 90 persen gempa yang terjadi selama ini merupakan gempa tektonik dan belum ada alat pendeteksi tsunami yang mampu mendeteksi tsunami dari aktivitas vulkanik. (Ism)

 

Beri Komentar