Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ustaz Ali Mukhtar, Imam Masjid Baitul Muttaqin Tolikara (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan menjamin keamanan salat Idul Adha di Tolikara. Kepastian tersebut disampaikan saat Imam Masjid Baitul Muttaqin Tolikara Ali Mukhtar bertemu dengan Sekretaris Menkopolhukam pada 4 September 2015 lalu.
Ali mengatakan pihak keamanan telah menjalin koordinasi untuk menjamin kebebasan beribadah Idul Adha nanti.
" Pangdam Fransen sudah menyampaikan itu (pengamanan) juga," ujar Ali saat diskusi Intoleransi di Tolikara di Kafe Pisa, Jakarta Selatan, Jumat, 11 September 2015.
Ali juga menyampaikan pelaksanaan salat Idul Adha juga akan menjadi acara simbolis berdirinya Masjid Baitul Muttaqin yang baru. Rencananya, khotbah Idul Adha akan dibawakan oleh ustaz Fadlan yang merupakan putra Papua sedangkan imam akan diamanahkan kepada Syeikh Ali Jaber.
" Ya, ada ustaz Fadlan dan Syeikh Ali Jaber. Kami tidak bisa mengundang mereka karena insiden itu telah menghanguskan seluruh harta benda milik kami. Mereka datang dengan biaya sendiri," katanya.
Sebelumnya, sempat tersiar kabar adanya penolakan pelaksanaan salat Idul Adha dari Sinode Gereja Injili di Indonesia (GIDI). Bahkan, organisasi ini sempat mengeluarkan ancaman tidak akan menjamin keamanan umat Islam jika tetap menggelar salat Idul Adha.