Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mahfud MD (Instagram @mohmahfudmd)
Dream - Sejumlah pimpinan daerah mengambil kebijakan antisipatif untuk menghindari wabah di wilayahnya. Yang terbaru, Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah menetapkan masa local lockdown untuk wilayahnya guna menghindari penularan virus corona, covid-19.
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai keputusan yang dibuat beberapa kepala daerah sebagai tindakan wajar atas dasar kondisi darurat. Dia menyebut, pemerintah sedang membuat mekanisme lebih rinci supaya langkah ini efektif.
" Pemerintah sedang menyiapkan rancangan Peraturan Pemerintah untuk melaksanakan apa yang disebut karantina perwilayahan. Di situ akan diatur kapan sebuah daerah boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut karantina wilayah," ujar Mahfud, Jumat, 23 Maret 2020.
Mahfud mengatakan, peraturan pemerintah itu akan mengatur syarat dan ketentuan serta panduan untuk pemerintah daerah yang ingin menjalankan karantina wilayah. Sebab, sejauh ini sejumlah daerah menerapkan kekarantinaan wilayah berdasarkan ketentuan masing-masing.
" Kemudian apa yang dilarang dilakukan dan bagaimana prosedurnya itu sekarang sedang disiapkan. Insya Allah nanti dalam waktu dekat akan keluar peraturan itu agar ada keseragaman," kata dia.
Lebih lanjut, Mahfud menyampaikan, hingga kini pemerintah pusat memberikan kelonggaran bagi daerah yang sudah menerapkan karantina wilayah. Tetapi, ke depan harus mengikuti aturan main yang akan segera ditetapkan.
" Misalnya prosedurnya, kita akan atur bahwa yang mengusulkan itu kepala gugus tugas wilayah provinsi yang mengusulkan kepada kepala gugus tugas nasional. Nanti gugus tugas nasional akan berkoordinasi dengan menteri terkait karena karantina kewilayahan itu terkait dengan kewenangan beberapa menteri," ucap dia.
" Jadi mobil yang membawa bahan pokok sembako, kapal juga dari luar daerah itu tidak boleh ditutup aksesnya untuk masuk ke sebuah daerah karena itu menyangkut kebutuhan pokok. Kedua toko, warung juga supermarket yang diperlukan oleh masyarakat yang dibutuhkan tidak bisa ditutup tidak bisa dilarang untuk dikunjungi tetapi tetap akan dalam pengawasan yang ketat oleh pemerintah," ujar dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com/Ronald)
Dream – Masa pembatasan aktivitas di Malaysia karena kebijakan lockdown berlangsung hingga 14 April 2020 mendatang. Dalam masa ini, orang-orang diimbau berdiam diri di rumah kecuali ada kebutuhan mendesak.
Sebelum kebijakan ini berlangsung, banyak kota yang mengalami panic buying dengan menimbun barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti tisu toilet dan masker. Tak terkecuali bahan makanan untuk simpanan mereka selama berdiam di rumah.
Yang menyebalkan, ada orang-orang yang memanfaatkan situasi dengan menjual barang kembali dengan harga yang lebih mahal.
Dikutip dari laman worldofbuzz, Senin 30 Maret 2020, seorang warganet di grup Facebook `Makan Club` mengunggah foto sebungkus sroti tawar Gardenia yang dijual seharga 500 ringgit. Jika dirupiahkan, harga roti tersebut setara dengan Rp1,87 juta atau hampir Rp2 juta.
Saat belum terjadi pandemi corona di Malaysia, biasanya roti itu hanya dijual seharga 2,5 ringgit (Rp9.360). Artinya harga roti tersebut melonjak sampai 20 ribu persen.
“ Bayangkan orang tua dan orang berkebutuhan yang lebih memerlukan! Tolong berhati dan jangan membeli lebih banyak daripada yang dibutuhkan,” tulis di unggahan ini.
Malah ada yang usil membuat `troll` di salah satu e-commerce Carousell. Warganet yang usil ini menjual kembali roti dengan harga 100 ringgit (Rp375.420). Kondisinya pun disebut sangat baik.
“ Terlalu banyak waktu luang di rumah dan nggak bisa ngapa-ngapain, saya rasa. Jadi, mereka usil,” tulis seorang warganet di kolom komentar iklan.
Country Head Malaysia Carousell, Tang Siew Wai, menyarankan pengiklan tidak mengambil kesempatan dalam wabah virus corona. Pengiklan juga diminta untuk memperhatikan aturan yang diberlakukan oleh e-commerce.
“ Iklan dengan harga yang dipasang akan diminta untuk dikoreksi atau diturunkan,” kata Tang Siew Wai.
(Sah, www.worldofbuzz.com)
Namun, di beberapa toko online, dikutip Dream, Selasa 24 Maret 2020, harga cairan pemutih ini telah naik berkali-kali lipat.
Misalnya, di Shopee, seorang pemilik lapak menjual produk berukuran 1 liter seharga Rp230 ribu-Rp250 ribu. Harga itu hanya untuk pemutih berukuran 1 liter.

Yang ukuran 500 ml, ada penjual yang melego produk ini seharga Rp500 juta. Hm, semoga salah tulis si penjual.

Di Lazada, ada juga penjual yang melepas produk ini dengan harga yang wah. Harga produk berukuran 500 ml ini dibanderol ratusan ribu rupiah. Tertulis hargaya Rp230 ribu-Rp250 ribu untuk dua botol.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya