Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Pemilu Malaysia diramaikan dengan kemunculan panggilan telepon misterius ke sejumlah nomor telepon tak dikenal. Direktur Komunikasi Strategis Koalisi Barisan Nasional (BN) Abdul Rahman Dahlan mengatakan telepon dari nomor asing itu menyerang sejak pagi hari.
"Telepon dari luar negeri terus datang setiap beberapa detik! Untuk mencegah kami berkomunikasi dengan mesin partai. Ini cara yang licik," kata Dahlan, melalui Twitternya.
BN leaders’ handphones have been under technical attack since morning. Calls from overseas keep coming in every few seconds! To prevent us from communicating with our machinery. This is dirty trick! pic.twitter.com/SU871PmF5G
— Abdul Rahman Dahlan (@mpkotabelud)May 9, 2018
Menteri Pertahanan Hishammuddin Hussein yang bertarung sebagai anggota DPR asal Sembrong juga mencuit mengalami masalah serupa.
"Baru saja memberikan suara dan menyadari semua panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak diketahui. Aneh," kata Hishammudin, dikutip Dream dari Channel News Asia, Rabu, 9 Mei 2018.
Sementara itu Perdana Menteri Malaysia Najib Razak turut mengutuk serangan telepon tak dikenal itu. Kondisi itu mengakibat mengakibatkan para pemimpin BN tak dapat menggunakan telepon mereka. Bahkan, kata dia, laman resmi BN tak dapat diakses.
Kandidat dari oposisi, Mukhriz Mahathir mengklaim mendapatkan serangan serupa.
They must think we are idiots like them #PakatKalehBagiElok Hidup #PakatanHarapan ! pic.twitter.com/EHw7LkxFHI
— Mukhriz Mahathir (@MukhrizMahathir)May 9, 2018
Adapun Sekretaris Jenderal Partai Aksi Demokrasi (DAP) Lim Guang Eng mengatakan dia dan pimpinan partai menerima telepon dengan nomor tak dikenal. Lim menyebut serangan siber juga menyerang kelompok anggota lainnya.
"Serangan teknologi ini licik dan menyerang kami. Kami tak dapat bicara satu sama lain... mereka ingin menyabotase sistem pemilihan umum dan mengganggu kemenangan Pakatan Harapan," kata Lim.
Komisi Telekomunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMM) mengatakan akan menginvestigasi peristiwa yang terjadi.
"Kami meminta semua orang menghentikan tindakan ini dan menahan diri karena serangan teknis semacam itu dapat membahayakan jaringan telekomunikasi yang menyebabkan ketidaknyamanan publik," tulis pernyataan dari MCMM.
(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya


Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan