6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi (Media Center Kota Bengkulu)
Dream - Pemerintah Kota Bengkulu melarang perayaan Tahun Baru 2021. Masyarakat tidak dibolehkan menggelar acara yang di malam pergantian tahun yang memicu terjadinya kerumunan.
" Tak lama lagi Natal dan Tahun Baru. Khusus Tahun Baru dilarang ada perayaan apalagi kerumunan," ujar Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi.
Hal ini mengingat terus bertambahnya kasus Covid-19 akibat kerumunan. Masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan.
" Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi. Harap dimaklumi, apa pun keputusan pemerintah, adalah untuk keselamatan kita semua. Keselamatan warga Kota Bengkulu," ucap Dedy.
Dedy mengaku sangat khawatir dengan lonjakan kasus Covid-19 yang membuat rumah sakit penuh. Setiap hari, Dedy mendapat data Covid-19 yang tinggi di Kota Bengkulu.
" Rata-rata per hari 30 orang, pernah dalam sehari 80 orang pasien Covid-19," ucap Dedy.
Belum lagi, Dedy kerap ditelepon warga yang meminta bantuan kamar rumah sakit. Tidak sedikit warga yang meminta dengan memelas kepada Dedy.
" Direktur RSHD dr Lista dan pihak RSMY sampai kewalahan karena rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien Covid-19.
Ditambah lagi, rumah sakit kekurangan fasilitas kesehatan. Seperti ventilator dan alat-alat kesehatan lainnya.
" Kemarin, adik kerabat saya di Seluma meninggal dunia karena tidak dapat pertolongan rumah sakit,” cerita Dedy.
Dedy juga mengatakan Polda Bengkulu melalui Kabid Propam membuat surat internal dilarang menggelar acara pesta pernikahan. Sehingga Satgas Covid-19 Kota Bengkulu pun akan bersikap lebih tegas.
" Kapolres Bengkulu, AKBP Pahala Simanjuntak mengaku kewalahan menghadapi lemahnya protokol kesehatan di masyarakat. Dokter Zaini pun berkali-kali menelepon saya. Dia mengingatkan agar waspada. Apalagi jumlah meninggal positif Covid-19 terus meningkat. Maka Pemkot akan lebih tegas. Saya prihatin dengan kondisi ini," ucap Dedy.
Sumber: Media Center Kota Bengkulu
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
