Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi (Media Center Kota Bengkulu)
Dream - Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi program meningkatkan kualitas hidup pada remaja yang digelar bersama BKKBN dan Komisi IX DPR. Program tersebut dijalankan lewat sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra.
" Ini suatu gebrakan yang luar biasa, atas nama Pemerintah Kota Bengkulu kami mengapresiasi program BKKBN ini," ujar Dedy.
Dedy mengapresiasi upaya BKKBN yang telah berupaya menciptakan remaja-remaja hebat di Bengkulu agar bisa menjadi penerus bangsa melalui sosialisasi ketahanan keluarga.
Dedy tak lupa berharap para remaja tidak melakukan hal yang merugikan masa depannya salah satunya pernikahan dini tanpa perencanaan yang dapat memberikan efek buruk para remaja.
" Semoga melalui sosialisasi ini para remaja sadar akan dampak yang tidak baik pernikahan usia dini, karena para remaja disini merupakan masa depan dan harapan Bengkulu di masa akan datang," kata Dedy.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rusman Efendi, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut didasari UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang mengamanatkan bahwa dalam Pasal 48 ayat (1) Kebijakan Pembangunan Keluarga dilakukan melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
" Cara kita ialah melalui peningkatkan kualitas hidup remaja melalui perluasan akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga," terang Rusman.
Sosialisasi ketahanan keluarga, kata Rusman, merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup remaja. Pembinaan terhadap remaja tidak hanya selesai dengan menyiapkan masa depan.
" Tetapi juga menjaga agar mereka terhindar dari risiko dan permasalahan remaja yang saat ini semakin kompleks," ucap Rusman.
Lebih lanjut, tujuan dari sosialisasi ketahanan remaja adalah meningkatnya pemahaman tentang generasi berencana. " Diukur dengan indeks pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi," terang Rusman.
Sumber: Media Center Kota Bengkulu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya