Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi (ibtimes.co.uk)
Dream - Jason Cruz memeluk Islam sejak 2006 lalu. Perkenalannya dengan Islam diawali saat dia pindah ke Arizona. Sejak usia 15 tahun, Jason sudah mengenal kehidupan malam di New York.
Setelah lulus sekolah menengah atas, Jason kemudian kuliah meski akhirnya drop out. Kehidupannya semakin kacau setelah keluarganya memutuskan pindah ke Arizona.
Jason merasa jatuh dalam lingkungan yang lebih buruk saat keluarganya masih di New York. Gaya hidupnya yang buruk terus berlanjut hingga akhirnya dia merasa trauma. Teman-temannya banyak yang meninggal karena narkoba dan dia sendiri menjadi korban penusukan.
Jason terkenang tentang saat itu bahwa di mana dan bagaimana pun manusia, jika Allah sudah berkehendak maka hidayah-Nya akan datang. Beberapa tahun kemudian, Jason akhirnya bebas dari narkoba. Jason merasa proses pembebasan ia dari narkoba adalah proses membangun hubungan dengan 'kekuatan yang lebih besar'.
Pencariannya terhadap kekuatan Tuhan mulai berjalan. Namun untuk beberapa waktu proses tersebut tidak membuahkan hasil. Meski begitu, dia merasa bersyukur bisa menjauh dari narkoba selama proses pencariannya itu dan dia menganggap itu sebagai ‘cubitan’ dari Allah.
Jason akhirnya mendapat tawaran belajar di sekolah untuk program hubungan antarkeyakinan. Tugas pertamanya adalah mengunjungi area Phoenix Metro dan mempelajari perbedaan keyakinan di sana.
Kebetulan kantor Jason satu deret dengan sebuah masjid. Dia pun berpikir inilah saatnya mempelajari Islam untuk program hubungan antarkeyakinannya. Dia kemudian pergi ke Masjid Tempe, Arizona, dan bertemu dengan beberapa imam.
Jason juga sudah mulai belajar Islam secara mandiri untuk program antarkeyakinannya. Tak disangka, ia merasa tersentuh dengan apa yang dipelajarinya. Sekali lagi pergi ke masjid, ia bertemu dengan imam bernama Ahmad Al Akoum.
Direktur Muslim American Society itu kebetulan sedang membuka kelas pengenalan Islam bagi siapa pun yang ingin mempelajarinya. Selama menghadiri kelas tersebut, Jason mulai melihat kebenaran Islam.
Tak lama kemudian, dengan hidayah Allah, Jason akhirnya menyatakan syahadat di Masjid Tempe dengan didampingi dua orang saksi. Sejak menjadi mualaf, kehidupan Jason berubah drastis. Ia sering ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan pengajian.
Hasilnya, Jason bisa menjadi manajer sebuah program pencegahan penyalahgunaan alkohol dan narkoba serta HIV. Jason juga berharap, dengan dukungan Allah, dia bisa pergi ke Tanah Suci untuk mendalami Islam dengan belajar Fiqh agar bisa berguna bagi umat.
(Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya