Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ryan Wong Yong Heng Sangat Suka Mempelajari Agama Islam Melalui TikTok. (Foto: Cuplikan Video TikTok)
Dream - Bagi sebagian orang, mempelajari agama lain bukan suatu kemunduran dari iman. Tapi justru bisa membantu dalam memahami perbedaan hidup, adat, dan budaya, dalam masyarakat yang majemuk.
Itulah yang dilakukan oleh pemuda Malaysia keturunan Tionghoa bernama Ryan Wong Yong Heng. Pemuda 19 tahun ini aktif belajar Islam melalui video di TikTok.
Menyebut dirinya sebagai 'pengkaji agama Islam', video-video yang diunggah dan dilihat Ryan sering mendapat perhatian netizen yang juga ingin belajar tentang Islam.
Pemuda non-Muslim dari Skudai, Johor, ini mengatakan dia mulai berminat belajar tentang agama Islam saat duduk di sekolah menengah.
Saat di sekolah menengah tingkat empat, Ryan mengaku belajar tentang Islam terutama dalah hal sejarahnya.
“ Pada waktu itulah saya belajar tentang sejarah agama Islam, peperangan yang terjadi pada zaman nabi dan hijrahnya dari kota Mekah ke Madinah.
“ Di situlah titik permulaan saya berminat untuk belajar dan mengkaji tentang Islam,” kata Ryan mengenang.
Disebabkan minatnya yang mendalam terhadap Islam, Ryan juga membaca tafsir Alquran dan mendapat bimbingan dari teman-teman di TikTok.
Ryan juga menggunakan TikTok untuk bertukar pandangan dan menyebarkan segala informasi atau pelajaran yang bermanfaat kepada netizen.
“ Saya rasa Islam ini adalah agama yang mengajarkan tentang kebenaran dan mudah untuk dipahami. Saya yang beragama Buddha saja bisa paham.
“ Niat saya mengunggah video adalah untuk berbagi ilmu, dan secara tidak langsung dapat juga menambah pengetahuan saya tentang Islam melalui ruang komentar,” ujarnya.
Namun Ryan kurang nyaman ketika sebagian netizen berkomentar dengan bertanya kapan dia mau mengucap dua syahadat dan memeluk agama Islam.
Menurut Ryan, dia tidak mau terburu-buru membuat keputusan drastis. Apalagi hanya untuk meraih banyak viewer di TikTok.
Mahasiswa jurusan Foundation in Arts, Financial Accounting di Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR) Kajang, Selangor, ini malah rasa bersalah jika mengikuti apa yang diminta netizen.
“ Saya stres saat membaca komentar yang meminta saya ucap syahadat dan peluk agama Islam. Padahal yang saya tahu Islam tidak pernah memaksa orang untuk memeluk agama ini.
“ Biarlah hati saya tenang dan terbuka dengan sendirinya untuk memeluk Islam pada suatu masa akan datang. Saya hanya ingin mereka mendoakan yang terbaik saja, ” katanya.
Ryan mengatakan keluarganya tahu akan minatnya terhadap Islam. Tapi mereka tidak pernah menghalanginya belajar seluk beluk agama ini.
" Malah mereka memberikan pesan kepada saya untuk selalu menghormati satu sama lain tanpa melihat bangsa dan agama," pungkasnya.
Sumber: mStar.com.my
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya