Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi Planet Mirip Bumi (Space.com)
Dream - Apakah kita sendirian? Apakah ada kehidupan di planet lain? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang paling sering dihadapi ilmu pengetahuan. Memang, hingga saat ini, pertanyaan-pertanyaan ini tetap dalam ranah spekulasi.
Namun, saat ini ilmuwan sudah memiliki temuan untuk mengatasinya langkah demi langkah. Lima puluh tahun yang lalu, ahli fisika Philip Morrison mengatakan tentang pencarian kehidupan extra-terrestrial (luar galaksi) bahwa kemungkinan untuk berhasil sulit diperkirakan. Tetapi jika kita tidak pernah mencarinya, kemungkinan keberhasilannya adalah nol.
Pencarian makhluk asing cerdas (alien) dan planet mirip Bumi meningkat belakangan ini. Para ahli dari berbagai disiplin ilmu mencoba untuk mencari kehidupan sederhana atau kompleks di planet lain. Dimulai dengan mencari 'Bumi lain', yaitu planet yang cukup mirip dengan Bumi sehingga dapat menopang kehidupan.
Pekan lalu, ilmuwan Australia berhasil menemukan 'Super Earth', planet yang besarnya lima kali massa Bumi. Planet ini memiliki temperatur cukup ramah (beberapa puluh derajat), yang memungkinkan adanya cairan air. Ini adalah salah satu syarat utama munculnya sebuah kehidupan.
Menariknya, planet bernama Gliese 832c ini hanya berjarak 16 cahaya dari Bumi. Itu sebuah jarak yang sangat dekat jika dilihat dari kacamata astronomi. Hal ini memungkinkan penjelajahan yang lebih intensif terhadap atmosfer planet tersebut (jika memilikinya) atau bahkan terhadap permukaannya (jika memang mirip Bumi).
Dengan begitu akan memberi petunjuk dan bukti kepada para ahli tentang kehidupan dan aktivitas alien di sana. Sebenarnya setiap kehidupan di planet, bahkan dari jenis yang paling primitif sekali pun, akan meninggalkan beberapa tanda-tanda di atmosfer, misalnya oksigen, ozon, metana atau gas dalam konsentrasi abnormal.
Pencarian kehidupan di planet lain baru-baru ini memanas dengan penemuan berbagai exoplanets (" exo" berarti di luar tata surya). Penemuan pertama dari sebuah exoplanets terjadi pada 1997. Dan sejak itu, terutama dengan peluncuran pesawat ruang angkasa Kepler oleh NASA pada 2009, sudah 1.800 exoplanets telah ditemukan dengan berbagai karakteristik yang ekstrem.
Lebih dari 100 planet yang mengorbit satu hingga empat bintang juga telah ditemukan. Beberapa dari mereka planet besar, berkali-kali lebih besar dari Jupiter, yang lain lebih kecil dari Merkurius.
Beberapa orbit planet-planet tersebut bahkan sangat jauh dari bintang mereka sehingga membutuhkan 2.000 tahun untuk mengelilinginya. Sementara yang lain sangat dekat dengan bintang mereka dan hanya butuh waktu dua jam untuk sekali mengorbit. Beberapa sangat panas, dengan suhu mencapai ribuan derajat dan yang lain sangat dingin, dengan suhu lebih dari 200 derajat di bawah nol.
Exoplanets paling menarik adalah yang mengorbit dalam 'zona yang bisa dihuni'-- sebuah zona di sekitar sebuah bintang dimana suhu suatu planet yang mengelilinginya antara nol dan beberapa puluh derajat, seperti di Bumi.
Planet Gliese 832c yang baru ditemukan adalah salah satu contohnya. Memang, ia memiliki Earth Similarity Index (ESI) 81 persen (jika 100 persen akan menjadi kembaran Bumi). Dua exoplanets lain memiliki ESI lebih dari 81 persen, yakni planet Gliese 667Cc (84 persen) dan Kepler 62E (83 persen).
Dekade terakhir dalam pencarian exoplanets telah membawa bukti bahwa sebagian besar bintang memiliki satu atau lebih planet di sekitar mereka dan sepuluh sampai 20 persen dari mereka memiliki setidaknya satu planet di zona layak huni. Itu sangat menggembirakan bagi pencarian kehidupan, tapi itu bukan akhir dari cerita, hanya awal.
(Ism, Sumber: Gulfnews)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya