Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Sekelompok peneliti menerbitkan sebuah makalah yang menunjukkan virus corona telah ada di empat benua sebelum wabah tersebut menyerang Wuhan akhir tahun lalu.
Penelitian ini bertepatan ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan akan memulai penyelidikan internasional terkait sumber utama dari pandemi tersebut.
Tim ahli dari WHO percaya patogen asli berpindah dari hewan ke manusia dan dalam penyelidikan ini, tim ahli mencoba menentukan di mana dan bagaimana perpindahan virus corona itu dapat terjadi.
China tidak membantah virus corona terdeteksi pertama kali pada manusia di Wuhan. Namun mereka juga mengatakan Wuhan bukanlah tempat awal mula virus tersebut berasal.
Perdebatan pun semakin memanas. Membuat hubungan antara China dan Amerika Serikat memburuk. Terlebih setelah Donald Trump menyalahkan China terkait Covid-19 dan menuduh pemerintah China berusaha menutupi kebenarannya.

Kemudian, muncul penelitian yang dipimpin oleh Dr Shen Libing dari Institut Shanghai, yang membuat teori baru tentang virus corona yang berasal dari India, bukan China.
Dr Shen mengatakan pendekatan analisis filogenetik tradisional tidak berhasil menemukan jenis virus corona pertama karena berasal dari kelelawar, bukan manusia.
Mereka menemukan beberapa strain memiliki mutasi yang bahkan lebih sedikit daripada sampel pertama dari Wuhan dan menyimpulkan " Wuhan tidak bisa menjadi tempat pertama di mana penularan Sars-CoV-2 dari manusia ke manusia terjadi."
Para peneliti mengklaim strain yang paling sedikit bermutasi ditemukan di delapan negara dari empat benua yaitu Australia, Bangladesh, Yunani, AS, Rusia, Italia, India, dan Republik Ceko.

Tetapi virus tidak mungkin berpindah ke manusia dari semua tempat secara bersamaan. Sehingga wabah pertama pasti terjadi di wilayah dengan banyak keragaman genetik. Dan tempat yang paling cocok dengan semua kriteria tersebut adalah India dan Bangladesh.
Tim peneliti tersebut berteori cuaca ekstrem mungkin telah memicu terjadinya pandemi. Karena pada Mei 2019, India mencatat gelombang terpanas terpanjang ke dua. Ini berarti hewan dan manusia telah banyak berbagi sumber air minum.

Tetapi temuan tersebut dikritik oleh para ahli lainnya. Mereka mengatakan jenis perangkat lunak dan prinsip penelitian yang digunakan salah.
David Robertson dari Universitas Glasgow mengatakan bahwa makalah itu " sangat cacat" dan " tidak menambah pemahaman tentang virus corona"
Marc Suchard, seorang ahli dari University of California, mengatakan, ”Memilih urutan virus yang tampaknya memiliki perbedaan paling sedikit dari yang lain dalam kumpulan acak tidak mungkin menghasilkan nenek moyang dari virus tersebut.”
(Sumber: dailystar.co.uk)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam