Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Peneliti China Klaim Virus Covid-19 Berasal dari India, Bukan Wuhan

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 1 Desember 2020 09:00
Peneliti China Klaim Virus Covid-19 Berasal dari India, Bukan Wuhan
Mereka mengatakan Wuhan bukanlah tempat awal mula virus tersebut berasal.

Dream – Sekelompok peneliti menerbitkan sebuah makalah yang menunjukkan virus corona telah ada di empat benua sebelum wabah tersebut menyerang Wuhan akhir tahun lalu.

Penelitian ini bertepatan ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan akan memulai penyelidikan internasional terkait sumber utama dari pandemi tersebut.

Tim ahli dari WHO percaya patogen asli berpindah dari hewan ke manusia dan dalam penyelidikan ini, tim ahli mencoba menentukan di mana dan bagaimana perpindahan virus corona itu dapat terjadi.

China tidak membantah virus corona terdeteksi pertama kali pada manusia di Wuhan. Namun mereka juga mengatakan Wuhan bukanlah tempat awal mula virus tersebut berasal.

Perdebatan pun semakin memanas. Membuat hubungan antara China dan Amerika Serikat memburuk. Terlebih setelah Donald Trump menyalahkan China terkait Covid-19 dan menuduh pemerintah China berusaha menutupi kebenarannya.

1 dari 3 halaman

Membuat Teori Baru

Ilustrasi

Kemudian, muncul penelitian yang dipimpin oleh Dr Shen Libing dari Institut Shanghai, yang membuat teori baru tentang virus corona yang berasal dari India, bukan China.

Dr Shen mengatakan pendekatan analisis filogenetik tradisional tidak berhasil menemukan jenis virus corona pertama karena berasal dari kelelawar, bukan manusia.

Mereka menemukan beberapa strain memiliki mutasi yang bahkan lebih sedikit daripada sampel pertama dari Wuhan dan menyimpulkan " Wuhan tidak bisa menjadi tempat pertama di mana penularan Sars-CoV-2 dari manusia ke manusia terjadi."

Para peneliti mengklaim strain yang paling sedikit bermutasi ditemukan di delapan negara dari empat benua yaitu Australia, Bangladesh, Yunani, AS, Rusia, Italia, India, dan Republik Ceko.

2 dari 3 halaman

Akibat Cuaca Ekstrem

Ilustrasi

Tetapi virus tidak mungkin berpindah ke manusia dari semua tempat secara bersamaan. Sehingga wabah pertama pasti terjadi di wilayah dengan banyak keragaman genetik. Dan tempat yang paling cocok dengan semua kriteria tersebut adalah India dan Bangladesh.

Tim peneliti tersebut berteori cuaca ekstrem mungkin telah memicu terjadinya pandemi. Karena pada Mei 2019, India mencatat gelombang terpanas terpanjang ke dua. Ini berarti hewan dan manusia telah banyak berbagi sumber air minum.

3 dari 3 halaman

Mendapat Kritik Dari Ahli Lain

Ilustrasi

Tetapi temuan tersebut dikritik oleh para ahli lainnya. Mereka mengatakan jenis perangkat lunak dan prinsip penelitian yang digunakan salah.

David Robertson dari Universitas Glasgow mengatakan bahwa makalah itu " sangat cacat" dan " tidak menambah pemahaman tentang virus corona"

Marc Suchard, seorang ahli dari University of California, mengatakan, ”Memilih urutan virus yang tampaknya memiliki perbedaan paling sedikit dari yang lain dalam kumpulan acak tidak mungkin menghasilkan nenek moyang dari virus tersebut.”

(Sumber: dailystar.co.uk)

Beri Komentar